Babelhebat
Trending

Yang Putih dari Kain Ihram

Quraish Shihab (2012), mengungkapkan Arafah antara lain bermakna mengenal atau mengakui, karena seharusnya di tempat inilah manusia mengenal jati diri dan menyadari kediriannya sebagai mahkluk yang tidak bersih dari prilaku salah dan khilaf. Wukuf itu berhenti, lalu para manusia berbalut kain putih berupaya untuk lebih dekat, lebih intim dengan penciptanya agar merasakan bahwa Dia itu sangat dekat, mendengar pengakuan terdalam hambanya, bahwa ia pernah bersalah, pernah khilaf. 

Inilah kesempatan terbaik membuat pengakuan, karena Allah mendengarkan, melihat yang terasing, yang terkecil dari diri seorang hamba saat menjalani kehidupannya. Wukuf bagi manusia-manusia berkain putih merupakan momentum pencapaian transendental ia dengan Tuhan. Kain putih dua helai yang melilit tubuh jemaah saat wukuf dimaknai bukan semata karena ketentuan yang mengikat mutlak sejak haji pertama, tapi bagaimana kita menghayatinya sebagai fase kematian seorang manusia. Semakin menginternalisasikannya sebagai fase ini maka penghayatannya akan masa itu akan lebih mendalam. Masa yang bagai palung yang tak bisa diraba dan disentuh dasarnya, kapan tiba menjumpai. 

Bahwa kelak yang melekat saat kematian nanti adalah dua helai putih nan sederhana, maka setiap manusia yang bertebaran di Arafah ini harus mengatakan kepada dirinya bahwa hanya inilah yang aku bawa, aku tinggalkan segala jerih yang telah dilakukan selama hidup, dan tidak bisa dititipkan kapada sanak saudara untuk nanti diambil dan dimiliki lagi.

Allah memberikan persamuhan ampunan bagi hamba di padang Arafah ini, membuat warna-warna pelangi hidup yang pernah dilalui sebelum berhenti di sini agar menjadi warna putih. Allah sangat dekat saat itu, sebagaimana kematian itu juga sangat dekat dengan hamba-hambanya. Kain ihram menjadi metafor yang sangat dekat sisi lain manusia yang sejatinya memiliki sifat hanif, yakni senantiasa berkecenderungan pada kebaikan, kebajikan dan persamaan kemanusiaan yang hakiki, karena yang berbeda hanya ketaqwaannya. Wallaahu a’lam bis-shawab.

Laman sebelumnya 1 2

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan