Tradisi Hikok Helawang Bangka Selatan 2026 Dipadati Ribuan Pengunjung
Meski demikian, Jhoya berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan infrastruktur jalan menuju desa. Menurutnya, masih terdapat beberapa ruas jalan yang belum diperlebar sehingga arus kendaraan sering mengalami kemacetan saat perayaan berlangsung.
“Harapannya akses jalan bisa diperlebar lagi, karena ada sebagian jalan yang belum dilakukan pelebaran untuk kemudahan arus kendaraan,” tuturnya.
Hikok Helawang merupakan tradisi sedekah kampung yang memiliki nilai budaya dan religius bagi masyarakat Desa Nyelanding. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus sarana memperkuat persaudaraan antarwarga dan keluarga yang datang berkunjung.
Keunikan tradisi ini terletak pada sajian makan bersama. Usai berdoa bersama di masjid pada pagi hari, selanjutnya setiap keluarga membawa ayam kampung panggang dan ketan pulut menggunakan dulang dari rumah masing-masing untuk disantap bersama di masjid maupun musala. Setelah itu, masyarakat saling berkunjung dari rumah ke rumah sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dan mempererat silaturahmi.
Sebagai bentuk pengakuan atas nilai budaya yang dimilikinya, Hikok Helawang telah resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal oleh Kementerian Hukum dan HAM RI pada 2025. Pencatatan tersebut menjadi langkah penting dalam melindungi sekaligus melestarikan warisan budaya masyarakat Desa Nyelanding agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.