BabelhebatNasional-Internasional

Teguh Santosa Siap Menyatukan Kembali PWI

PERSATUAN adalah nafas bagi setiap organisasi, terlebih bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menjadi rumah besar para jurnalis sejak puluhan tahun silam. Sejarahnya panjang, perjuangannya tak mudah, namun terkadang perjalanan itu diwarnai retak dan perbedaan yang menguji daya tahan. Dari situ lahir panggilan hati bagi mereka yang merasa terpanggil untuk menyatukan kembali yang sempat tercerai berai. Bukan sekadar ambisi, melainkan tekad untuk menjaga marwah profesi, menghidupkan kembali semangat kolektif, dan memelihara integritas yang menjadi jantung dunia kewartawanan.

Induk organisasi profesi wartawan Indonesia PWI sempat dilanda dualisme kepemimpinan. Saling klaim keabsahan berujung pada ricuh yang tak kunjung usai. Kongres Persatuan pada 30 hingga 31 Agustus 2025 menjadi momentum untuk mengakhiri perpecahan.

Pada 21 Juli 2025 pukul 20.18 WIB, Teguh Santosa menghubungi penulis melalui panggilan WhatsApp. Dosen UIN Syarif Hidayatullah itu menyampaikan niatnya maju sebagai calon Ketua Umum PWI.

“Bagaimana pendapatmu,” tanyanya tanpa memberi kesempatan berpikir.

Kabar ini sudah terdengar di lingkaran internal Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Seperti angin mamiri yang sejuk dan lembut, hadir dengan pesan namun tak terlihat. Tanpa berpikir panjang, penulis menjawab, “Siap mendukung Tum,” dengan mantap.

Teguh kemudian berbicara tentang cita-cita dan semangatnya. “PWI ini organisasi wartawan tertua. Harus kita selamatkan dan abang kau ini harus mengambil tugas-tugas penyelamatan ini,” ujarnya.

Baca Juga : Teguh Santosa Dianggap Figur Ideal Pimpin PWI

1 2Laman berikutnya