Tahun 2023 Pasar Toboali Mulai Dipercantik, Anggaran Rp 26 Miliar Bersumber dari APBN
* Riza, Alhamdulillah Disambut Presiden
Pasca kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke pasar Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada Oktober 2022, memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi daerah. Khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel).
Buktinya anggaran untuk pengembangan atau revitalisasi pasar Toboali senilai Rp 26 miliar masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 120 Tahun 2022 Tentang Penugasan Khusus, dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Baca juga: Presiden Pulang Pelindo Datang
Alokasi anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, pada tahun 2023 mendatang, revitalisasi pasar Toboali mulai dijadwalkan dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid bersyukur apa yang disampaikannya secara langsung kepada presiden disambut baik oleh presiden. Salah satunya tentang arah pembangunan daerah dan termasuk rencana pengembangan dan pembangunan pasar Toboali. Baca juga: Keren Bakal Ada Tugu Lada di Simpang Lima Toboali
“Alhamdulillah. Apa yang saya sampaikan kepada presiden disambut langsung oleh presiden,” kata Riza, Senin (12/12).
Terkait dengan revitalisasi pasar tersebut, lanjut Riza, Kementerian PUPR melalui Direktorat Prasarana Strategis akan bekerja sama dengan BPPW Provinsi Babel. Sementara untuk standar kelayakan pelayanan aktivitas pasar, Kementerian PUPR akan berkoordinasi dengan Kemendag.
“Untuk readness criteria yang dipersyaratkan oleh Kementerian PUPR, sudah memenuhi hampir seluruh persyaratan yang diminta seperti ketersedian dokumen DED (Detail Engineering Design), RAB (Rencana Anggaran Biaya), RKS (Rencana Kerja dan Syarat), dokumen UKL UPL, justifikasi teknis dan legalisasi kepemilikan lahan. Khusus untuk Andalalin (Analisa Dampak Lingkungan Lalu Lintas) saat ini sedang proses yang dikerjakan oleh Bidang Perhubungan Dinas PUPRHub (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perhubungan),” jelas Riza, sapaan akrabnya. Baca juga: Wartawan yang Terlibat Politik Praktis Diminta Nonaktif
Riza menambahkan, luas lahan revitalisasi pasar sekitar 2.445 meter persegi. Sedangkan luas bangunan sesuai DED sekitar 2.183 meter persegi. Selain bangunan induk, juga terdapat sarana pendukung lainnya berupa jalur aksesibilitas yang refresentatif untuk pedagang dan mobilitas masyarakat.