Spanduk Cinta Damai Muncul di Toboali, Pesan Menyejukkan atau Membungkam
RUANG publik di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini ikut diwarnai oleh seruan politik jalanan. Dua spanduk terpajang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan pesan yang terdengar menenangkan, namun sekaligus memancing tafsir kritis.
Salah satunya bertuliskan “Nek demo jadi tapi dak usa anarkis, yo hemue kite jago keamanan dan kedamaian di lingkungan kite,” Seruan tersebut dipasang atas nama Jaringan Aktivis Cinta Damai Kamis (4/9/2025).
Kalimat itu sekilas mengajak masyarakat menjaga kedamaian, tetapi menyisakan pertanyaan mendasar. Damai seperti apa yang dimaksud. Apakah damai hanya berarti tidak anarkis ataukah damai juga mencakup keberanian rakyat menyuarakan pendapat tanpa rasa takut.
Spanduk yang menekankan “jangan anarkis” memang bisa dibaca sebagai ajakan ketertiban. Namun dalam sudut pandang lain, pesan itu rawan dipakai untuk mengebiri hak rakyat dalam berdemokrasi. Demonstrasi bukan kejahatan, melainkan hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Justru pertanyaan besar muncul ketika kata damai digunakan sebagai penutup suara kritis, sementara akar masalah yang memicu aksi sengaja diabaikan.
Baca Juga: Joget Pejabat, Murka Rakyat