Ramadan
Trending

Setiap Benih Pasti Berbuah

Oleh: Mardiah, S.Pd. AUD Kepala TK Islam Terpadu Cahaya Toboali

Sebaliknya, benih keburukan membawa dampak yang nyata. Dusta menghilangkan kepercayaan. Iri hati menumbuhkan kegelisahan. Amarah berujung pada penyesalan. Kelalaian melahirkan kerugian. Keburukan mungkin tidak langsung tampak hasilnya, tetapi seperti racun yang perlahan merusak hati dan hubungan.

Dalam konteks pendidikan, anak adalah ladang yang paling berharga. Keteladanan yang ditanam setiap hari membuat anak belajar tanpa banyak kata. Kasih sayang menumbuhkan rasa percaya diri. Disiplin membentuk tanggung jawab. Sebaliknya, bentakan dan ketidakpedulian meninggalkan jejak yang dapat tumbuh menjadi karakter.

Mendidik bukan sekadar mengajar, melainkan menanam benih karakter setiap hari. Karakter tidak dibentuk dalam satu waktu, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Setiap hari adalah musim menanam. Setiap amal adalah benih. Setiap pilihan adalah investasi.
Ketika musim panen tiba, tidak ada lagi kesempatan untuk memilih buah. Setiap orang hanya akan memetik apa yang pernah ditanam.

Mengapa buah terkadang tidak langsung terlihat? Bisa jadi Allah sedang menguji kesabaran. Bisa jadi proses pertumbuhan memang membutuhkan waktu. Atau mungkin buah terbaik disimpan untuk akhirat. Seperti petani yang tidak setiap hari menggali tanah untuk memastikan benih tumbuh, demikian pula dalam menanam kebaikan diperlukan keyakinan serta kesabaran.

Jangan meremehkan kebaikan kecil. Jangan menganggap enteng kesalahan kecil. Teruslah konsisten menanam yang baik meskipun tampak sederhana. Musim panen mungkin belum datang hari ini, tetapi pasti akan tiba.

Maka bertanyalah pada diri sendiri, benih apa yang telah ditanam hari ini? Semoga termasuk orang-orang yang gemar menanam kebaikan sehingga saat musim panen tiba, yang dipetik adalah kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Laman sebelumnya 1 2