Setelah Anak Meninggal di Bangka Selatan, Dinas Pendidikan dan RSUD Akhirnya Buka Suara
TRAGEDI yang menimpa seorang anak sekolah dasar di Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, mulai memasuki babak baru. Setelah tulisan babelhebat yang menyoroti dugaan kasus bullying mengemuka, kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Bangka Selatan serta RSUD Junjung Besaoh mulai angkat bicara.
Kepala Dindikbud Bangka Selatan, Ansyori, memastikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas kejadian yang telah mengguncang nurani masyarakat.
“Insyaallah, kami dak diem. Besok kite Senin, 28 Juli 2025, pukul 08.30 WIB, konferensi pers di Kantor Dinas Pendidikan Bangka Selatan,” ujar Ansyori, Minggu (27/7) malam.
Baca Juga : Bangka Selatan Berduka Dunia Pendidikan Perlu Dibela dan Diselamatkan
Langkah ini menjadi sinyal bahwa peristiwa tersebut direspons secara serius. Tidak hanya menjadi percakapan di media sosial, tapi sudah memasuki ruang formal tanggung jawab pemerintah daerah.
“Sikap diam bukan pilihan saat nyawa anak menjadi taruhan. Saatnya negara hadir, walau terlambat,” babelhebat.
Di sisi lain, Direktur Utama RSUD Junjung Besaoh, dr Helen Sukandy, turut menjelaskan kondisi medis yang dialami pasien sebelum meninggal dunia.
Menurutnya, pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri pada perut dan langsung mendapat penanganan medis.
“Sempat dilakukan operasi. Meninggal dunia karena infeksi menyeluruh pada bagian usus,” jelas dr Helen.




