Pangkalpinang

SDN 24 Pangkalpinang Perkuat Pembinaan Usai Polemik Guru

BABELHEBAT.COM, PANGKALPINANG — SD Negeri 24 Pangkalpinang mengevaluasi pola komunikasi guru dan orang tua setelah muncul polemik terkait komunikasi antara guru dengan orang tua salah seorang peserta didik.

Kepala SD Negeri 24 Pangkalpinang, Kusnita, mengatakan sekolah telah meminta klarifikasi dari guru yang bersangkutan dan memberikan pembinaan. Sekolah mengambil langkah tersebut setelah menerima keberatan dari orang tua peserta didik pada 17 Agustus 2026.

Kusnita menjelaskan, persoalan bermula dari komunikasi mengenai kebutuhan belajar peserta didik. Sebelumnya, sekolah menganjurkan asesmen psikologis untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan belajar anak.

“Tujuannya adalah untuk membantu guru dan orang tua memahami kebutuhan anak secara lebih baik. Dengan adanya informasi yang tepat, sekolah dapat menyesuaikan bentuk pendampingan dan pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik,” ujar Kusnita.

Ia menegaskan, sekolah tidak bermaksud memberikan label maupun membedakan peserta didik dari anak-anak lainnya melalui anjuran asesmen tersebut.

Menurut Kusnita, hasil asesmen dapat membantu sekolah dan keluarga memahami karakteristik anak serta menentukan pola pendampingan yang sesuai. Namun, ia mengakui cara menyampaikan informasi kepada orang tua juga perlu menjadi perhatian.

“Sebagai kepala sekolah, saya melihat bahwa upaya untuk berkomunikasi dengan orang tua pada dasarnya merupakan bagian dari perhatian terhadap perkembangan peserta didik. Namun, kami juga memahami bahwa cara penyampaian suatu informasi sangat penting dan dapat menimbulkan persepsi yang berbeda,” katanya.

Sekolah Klarifikasi dan Berikan Pembinaan

Setelah menerima keberatan orang tua, pihak sekolah meminta klarifikasi dari guru yang bersangkutan pada 18 Agustus 2026. Sekolah kemudian memberikan pembinaan sebagai bagian dari evaluasi internal.

Kusnita mengatakan pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan yang terjadi, tetapi juga mengingatkan tenaga pendidik mengenai pentingnya membangun komunikasi yang empatik dengan orang tua.

“Setelah menerima masukan dari orang tua, kami segera melakukan klarifikasi dan pembinaan. Ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang benar atau salah, tetapi sebagai bahan evaluasi agar pelayanan pendidikan dan komunikasi kami ke depan dapat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sekolah kemudian memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui kegiatan In House Training (IHT) pada 24 Agustus 2026. Seluruh guru SD Negeri 24 Pangkalpinang mengikuti kegiatan yang menghadirkan psikolog sebagai narasumber tersebut.

IHT membahas psikologi anak, karakteristik peserta didik, tahapan perkembangan, serta pendekatan yang tepat dalam mendampingi anak di lingkungan sekolah.

Kusnita menegaskan, sekolah memberikan penguatan kepada seluruh guru agar evaluasi tidak hanya berhenti pada guru yang terlibat dalam persoalan tersebut.

“Penguatan ini bukan hanya ditujukan kepada satu atau dua orang guru. Kami mengajak seluruh guru untuk terus belajar bersama dan memperkuat pemahaman mengenai psikologi anak serta cara berkomunikasi dan mendampingi peserta didik dengan lebih baik,” katanya.

1 2Laman berikutnya

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan