Bangka SelatanBeritaPemerintahanPertanian/Perikanan

Ribuan KPM di Bangka Selatan Terima Bantuan Beras dari Pemerintah Pusat

1
×

Ribuan KPM di Bangka Selatan Terima Bantuan Beras dari Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini
IMG 20240306 WA0049

SEBANYAK 5.727 jiwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 8 kecamatan se-Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menerima bantuan pangan berupa beras cadangan dari pemerintah pusat.

Hal tersebut diutarakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Basel, Haris Setiawan.

Selain menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat, Pemkab Basel juga gencar melaksanakan pasar murah seperti pada kegiatan Aik Bakung di setiap desa dan terakhir pada saat jelang ramadan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Pemkab Basel, bahwa program bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CCP) dari pemerintah pusat telah disalurkan beras sebanyak 171,81 ton ke 5.727 KPM. Program ini sudah berjalan dalam tiga bulan terakhir (Januari, Februari dan Maret). 

BACA JUGA : Taman Kota Toboali Kumuh

“Program bantuan pangan dari pemerintah pusat ini akan berjalan selama enam bulan dengan jumlah sebanyak 343,62 ton beras. Selain itu, operasi pasar juga sudah beberapa kali kita laksanakan dengan total berkisar 8 ton, nanti akan kita laksanakan kembali dalam beberapa waktu ke depan,” kata Haris, Selasa (19/3/2024).

Haris menambahkan, pasar murah merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Basel bersamaan dengan kegiatan Aik Bakung.

BACA JUGA : Panglima Babel Bagikan Pohon Cabai dalam Polybag Siap Panen Gratis, Tahap Pertama Target 10.000 Batang

“Pasar murah yang digelar bersamaan dengan Aik Bakung telah berjalan selama lebih dari satu tahun terakhir. Dampak dari pasar murah ini untuk menjaga kestabilan harga di desa lokasi Aik Bakung dan sekitarnya,” jelas Haris.

Dijelaskan Haris, kerja sama dengan lintas sektoral juga masif dilaksanakan seperti kerja sama antara Dinas Pertanian dengan Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Babel. Salah satunya, panen cabai di usaha perkebunan  Pondok Pesantren Qur’an Cahaya Toboali.

“Selain itu, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) bersama unsur Forkopimda juga rutin memantau pergerakan harga sekaligus meninjau ke lapangan seperti ke pasar dan gudang distributor yang ada di wilayah Kecamatan Toboali,” tutur Haris.