BabelhebatNasional-Internasional

Revitalisasi Bahasa Daerah: Guru Dibekali Semangat Baru Hidupkan Bahasa Ibu

MENGHADAPI ancaman punahnya ratusan bahasa daerah di Indonesia, Kementerian Pendidikan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengambil langkah nyata. Melalui Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD), para guru dibekali keterampilan pedagogis dan semangat baru untuk menghidupkan kembali bahasa ibu di ruang-ruang kelas.

Digelar di Lembang, Jawa Barat, pelatihan ini diikuti oleh 108 peserta luring dan lebih dari 400 peserta daring dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas guru SD dan SMP agar mampu mengajarkan bahasa daerah secara kreatif dan bermakna.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan sekadar tugas akademik, melainkan tanggung jawab kultural terhadap identitas bangsa.

“Jangan mengaku orang Sunda kalau tidak bisa berbahasa Sunda,” tegas Hafidz dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (23/6/2025).

Ia menyebut Indonesia sebagai negara dengan kekayaan bahasa daerah terbanyak kedua di dunia, potensi besar yang perlu dijaga bersama. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan ruang ekspresi bagi siswa lewat bahasa ibu, baik melalui sastra lisan, karya digital, maupun pertunjukan seni.

“Anak-anak perlu diberi panggung untuk tampil dengan bahasa daerahnya. Bahasa bukan hal kuno, justru bisa menjadi sarana mereka bersinar di masa depan,” ujarnya.

BACA JUGA : Proses Penerimaan Siswa Baru di Babel Dikeluhkan, DPRD Soroti Minimnya Informasi dan Pemerataan Pendidikan

1 2Laman berikutnya

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan