BeritaDesaNasional/InternasionalPemerintahanPertanian/PerikananPT Timah Tbk

PT Timah Tbk dan HNSI Bangka Barat Saling Sinergi, Ini Bentuk Sinergisitasnya

1
×

PT Timah Tbk dan HNSI Bangka Barat Saling Sinergi, Ini Bentuk Sinergisitasnya

Sebarkan artikel ini
6567ec5233f84

PT TIMAH Tbk terus menjalin sinergitas dan harmonisasi dengan kelompok masyarakat. Salah satunya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kolaborasi yang dilakukan PT Timah Tbk diantaranya dengan mendukung peningakatan alat tangkap bagi anggota HNSI, penenggelaman rumpon maupun mendukung program kerja HNSI Kabupaten Bangka Barat.

Ketua HNSI Kabupaten Bangka Barat, Andri Sagita mengakui PT Timah Tbk kerap menunjukkan kepeduliannya bagi kelompok nelayan termasuk HNSI.

“Selain memberikan bantuan kegiatan organisasi, PT Timah Tbk kerap melibatkan HNSI dalam berbagai kegiatan seperti penenggelaman terumbu karang dan penanaman mangrove,” kata Andri Sagita usai menerima bantuan dari PT Timah Tbk, Rabu (29/11/2023).

Dijelaskan Andri, banyak program HNSI Bangka Barat yang dikolaborasikan dengan PT Timah Tbk. Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini pernah memberikan bantuan alat tangkap bagi nelayan.

“PT Timah Tbk juga kerap berkontribusi bagi masyarakat tidak hanya untuk kelompok nelayan. Misalnya, bantuan pengobatan, perbaikan jalan, pengerukan muara sungai untuk mempermudah keluar masuk perahu nelayan dan bantuan sarana ibadah,” ujar Andri.

Andri mengapresiasi dukungan PT Timah Tbk yang telah konsisten membantu masyarakat di lingkar tambang.

“Kami dari HNSI mengucapkan terima kasih kepada PT Timah, semoga HNSI dan PT Timah dapat bersinergi dalam membantu nelayan,” jelasnya.

Senada diutarakan tokoh masyarakat nelayan Belo Laut Bahtiar membenarkan yang disampaikan Ketua HNSI Bangka Barat, Andri Sagita.

“PT Timah mempermudah nelayan mengantarkan hasil laut dengan memperbaiki akses jalan atau muara. Selain itu, juga membantu normalisasi alur muara sungai Binting yang merupakan transportasi perahu nelayan di Belo Laut,” jelas Bahtiar.