PT Timah dari Desa untuk Bangsa: Mendorong Kemandirian dari Akar Rumput
SEBAGAI bagian dari komitmennya terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, PT Timah terus menggulirkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berbasis potensi lokal di berbagai wilayah operasionalnya.
Melalui pendekatan kolaboratif, PT Timah menggandeng masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya lokal demi kemandirian ekonomi sekaligus pelestarian budaya dan lingkungan.
Menghidupkan Lahan, Menggerakkan Ekonomi Lokal
Di Belitung, PT Timah bekerja sama dengan Kelompok Tani Aik Jelutung di Desa Badau untuk membudidayakan nanas di lahan bekas tambang. Nanas Badau yang telah dikenal luas kini menjadi komoditas unggulan desa.
Masih di Belitung Timur, dukungan juga diberikan kepada Kelompok Bina Tani di Dusun Gangse untuk mengembangkan pertanian bawang yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat.
Baca Juga : Semarak HUT ke-49 PT Timah di Jakarta: Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Sementara itu, di Kabupaten Bangka Selatan, Gapoktan Sinar Baru Desa Paku menerima pelatihan dan pembinaan dalam budidaya cabai. Hasilnya, produktivitas pertanian meningkat dan manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh petani.
Dari Garam Hingga Kakap Putih
PT Timah juga mendukung pengembangan garam lokal bersama KUPS Garam Mudong Lestari di Desa Padang, Belitung Timur. Kelompok ini kini mengelola produksi garam berbasis potensi daerah yang terus ditingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitas.
Di Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, PT Timah membina Pokdakan Tuah Bersatu dalam budidaya kakap putih.





