BeritaNasional/InternasionalPemerintahan

Prevalensi Stunting di Kota Pangkalpinang Menurun

1
×

Prevalensi Stunting di Kota Pangkalpinang Menurun

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2024 03 07 at 2.17.29 PM 750x430 1

PREVALENSI stunting di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir.

Tercatat dari 16,7 persen pada tahun 2021 menjadi 12,9 persen pada tahun 2022. Hal ini diutarakan Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan saat rapat koordinasi rembuk stunting tingkat Kota Pangkalpinang di Ruang Pertemuan OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (7/3/2024).

Lusje menjelaskan, percepatan dalam aksi penurunan stunting tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional nomor 12 tahun 2021 tentang rencana aksi percepatan penurunan stunting di Indonesia tahun 2021-2024.

“Perlu kita ketahui, bahwa pemerintah pusat telah menetapkan strategi nasional percepatan penurunan stunting dengan target prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024,” kata Lusje.

Lusje berharap, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang mengalami penurunan. Artinya, Kota Pangkalpinang tak lagi sekedar memerangi stunting. Tetapi meletakkan pondasi yang kuat untuk generasi masa depan yang sehat, berkualitas dan kompetitif sehingga dapat menuju Pangkalpinang bebas stunting.

“Rembuk stunting Kota Pangkalpinang perlu dilakukan untuk menguatkan komitmen dan peran dari TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), pembahasan rencana kerja, kebutuhan pendanaan yang bisa bersumber dari APBD, APBN maupun peran CSR serta kebijakan yang diperlukan dari beberapa faktor penyebab stunting dan kendala dilapangan,” ujarnya.

Lusje mengucapkan terima kasih kepada stakeholder yang telah mendukung program stunting ini, berkomitmen bersama dan bersinergi dengan dukungan nyata.

“Melalui rembuk stunting ini, saya berharap dapat memunculkan upaya-upaya strategis dan inovasi yang bisa dikembangkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama semua stakeholder dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Pangkalpinang,” tuturnya.