Polda Babel Diminta Ungkap Aktor Intelektual di Balik Pembunuhan Wartawan
KEMATIAN tragis seorang wartawan di Bangka Belitung menyisakan duka sekaligus tanda tanya. Rekan kerja dan sahabatnya menilai peristiwa ini menyimpan kejanggalan yang tak bisa diabaikan, Kamis (7/8/2025).
Dua orang diduga pelaku sudah diamankan. Salah satunya Hasan Basri alias Abas (33), warga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Ia ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Bangka Belitung dan Polda Sumsel, Senin (11/8) siang di sebuah rumah makan di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang.
Hasan yang diketahui sebagai penjaga kebun korban kini berada di Mapolda Bangka Belitung untuk menjalani pemeriksaan.
Pemimpin Redaksi Okeyboz.com, Dodi Hendriyanto, menyambut baik penangkapan tersebut. Ia berharap kepolisian mengusut kasus ini secara menyeluruh.
“Saya sebagai rekan kerja almarhum mengapresiasi dan menaruh hormat sedalam-dalamnya atas kerja keras kawan-kawan kepolisian. Dalam waktu yang relatif singkat berhasil membekuk terduga pelaku. Ini tentu tak mudah. Kendati demikian saya sangat berharap agar kasus ini diusut secara menyeluruh dan terang benderang,” kata jurnalis senior yang akrab disapa Bang Doi, Selasa (12/8).
Baca Juga : Polisi Dalami Kasus Pembunuhan Wartawan Babel
Bang Doi menilai ada kejadian janggal sebelum pembunuhan. Akhir Juli lalu, korban pernah didatangi orang tak dikenal berpenampilan rapi dan tegap yang mengaku penambang timah. Mereka ingin berdiskusi soal pemberitaan tambang yang sedang gencar dimuat Okeyboz.com.
“Dari segi penampilan orang-orang tadi, kata almarhum, tak nampak seperti lazimnya warga biasa yang berprofesi sebagai penambang,” ujarnya.
Beberapa hari sebelum kejadian, rumah korban juga diduga diawasi. Sejumlah orang terlihat mondar-mandir larut malam di sekitar kediaman.
“Beberapa tetangga korban bilang siap CCTV mereka diperiksa jika memang dibutuhkan polisi,” jelas Bang Doi.
Baca Juga : Pelaku Utama Pembunuhan Wartawan Digelandang ke Polda Babel
Ia menduga pelarian Hasan bersama rekannya yang mulus meninggalkan Pulau Bangka tidak mungkin terjadi tanpa bantuan pihak lain.
“Kalau tidak dibantu oleh seseorang tidak mungkin secepat dan semulus itu mereka bisa bawa mobil dan kabur keluar Pulau Bangka. Apalagi kabarnya keberangkatan mereka ini lewat aplikasi online. Sebagai penjaga kebun saya pikir Hasan tak sepintar itu, atau paling tidak kita duga ada yang mengajari,” jelasnya.





