Pemilu 2024Bangka SelatanBerita

Pilkada dan Perekonomian Masyarakat Bangka Selatan, Evisastra : Ini Kondisinya

0
×

Pilkada dan Perekonomian Masyarakat Bangka Selatan, Evisastra : Ini Kondisinya

Sebarkan artikel ini
ei 1715354071102 removebg preview

JELANG Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangka Selatan, situasi dan kondisi Negeri Junjung Besaoh (Basel) masih dalam keadaan kondusif. Hal ini ditegaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Basel, Evisastra.

Evisastra menjelaskan, kondisi daerah yang kondusif menjadi modal utama dan harapan bersama. Karena, dengan situasi daerah yang kondusif maka dapat lebih fokus dalam melaksanakan berbagai kegiatan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Salah satunya itu adalah pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Basel pada 27 November 2024.

BACA JUGA : Pilkada Basel 2024, Riza : Pilihan ada Ditangan Rakyat

“Tentu harapan kita bersama jelang pilkada hingga pasca pilkada kondisi daerah kita tetap dalam keadaan kondusif,” kata Evisastra, Jumat (10/5).

Diakuinya, bahwa yang menjadi keluhan masyarakat saat ini adalah terkait dengan kondisi perekonomian.

BACA JUGA : Pemkab Bangka Selatan Kucurkan Dana Hibah Rp 31,2 Miliar ke KPU dan Bawaslu, Belum Termasuk untuk Polri dan TNI

“Perekonomian di daerah kita akhir-akhir ini memang agak kurang stabil, mungkin kondisi seperti ini bukan hanya di daerah kita saja, tapi juga di daerah lainnya mengalami hal yang sama,” ujar Evisastra.

BACA JUGA : Pemilukada Basel 27 November 2024, KPU dan Bawaslu Terima Dana Hibah, KPU Rp 24,8 Miliar-Bawaslu Rp 6,3 Miliar

Evisastra mengajak masyarakat Bangka Selatan yang tersebar di 50 desa, 3 kelurahan dan 8 kecamatan, untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah. Mengingat daerah ini milik bersama dan harus dijaga secara bersama-sama.

BACA JUGA : Pilkada Basel 2024, Riza-Debby Bergerak Senyap

“Berkenaan dengan kondisi perekonomian masyarakat yang saat ini mulai agak terganggu pasca kasus pertimahan dan penutupan pabrik sawit di Koba, Kabupaten Bangka Tengah sangat berdampak kepada masyarakat Bangka Selatan, dan kondisi ini yang menjadi keluhan utama masyarakat. Semoga kedepan ada solusi terbaik dari pemerintah (kabupaten, provinsi dan pusat) dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutur Evisastra.