Yang menjilat hidup dari rasa takut, sementara yang dijilat hidup dari rasa haus. Haus akan pujian, haus akan penghormatan, haus akan sanjungan yang menipu. Mereka saling membutuhkan seperti cermin yang memantulkan kebohongan dari dua arah. Yang satu butuh pengakuan, yang lain butuh perlindungan. Keduanya sama-sama lemah, tapi menyembunyikan kelemahan itu dengan ritual saling menjilat yang tak berujung.