PangkalpinangBerandaBeritaNasional/Internasional

Pemkot Pangkalpinang Fokus Tangani Stunting

0
×

Pemkot Pangkalpinang Fokus Tangani Stunting

Sebarkan artikel ini
IMG 20240522 WA0002

PEMERINTAH Kota Pangkalpinang tampak fokus untuk menangani permasalahan stunting. Hal ini dibuktikan dengan menggelar rapat internal antar Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS, Selasa (21/5/2024) di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

“Hari ini kita melaksanakan rapat internal dalam rangka Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Pangkalpinang. Penanganan stunting ini memerlukan kolaborasi antar stakeholder terkait dan seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, diharapkan segala upaya bersama ini dapat berjalan lancar,” kata Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go.

Mie Go menjelaskan, tujuan rapat internal ini tidaklah lain agar angka percepatan penanganan stunting semakin membaik.

“Harapan kita bersama agar anak-anak di Kota Pangkalpinang dapat tumbuh sehat dan berkembang pesat,” ujar Mie Go.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan menegaskan tindak lanjut surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 400.5.3/3161/Bangda tentang pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di daerah dalam rangka pelaksanaan intervensi serentak pencegahan melalui pendataan, perimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, bayi dibawah lima tahun (Balita_red) dan calon pengantin (Catin) secara berkelanjutan yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.

“Rapat ini mencerminkan keseriusan dan komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menangani stunting, serta menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesinambungan dalam upaya percepatan penurunan stunting demi kesejahteraan anak-anak. Hari ini kita berkumpul membahas stunting,” kata Lusje.

Lusje menambahkan, pihaknya telah berbincang dengan ibu Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, bahwa posisi Bangka Belitung turun dari rata-rata nasional, sementara data rilis tinggi dan ada data pengukuran ulang.

“Pengaruh tidaknya sesuai dengan arahan Kemendagri. Kalau data itu benar naik 0,7 kita treatmen masyarakat. Kalau data tidak benar mari kita mengukur daerah dengan benar. Upaya pencegahan stunting diperlukan data yang valid, agar dalam melakukan penyusunan rencana aksi, dapat dilakukan dengan baik sehingga hasilnya tepat sasaran,” tutur Lusje.