Babelhebat

Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Untuk Anak Istimewa di Sekolah Dasar

Oleh : Hermin Roswita S.Pd
Guru Penjaskes SD Negeri 1 Gantung, Belitung Timur

PENDIDIKAN adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar semua peserta didik termasuk anak istimewa atau sering disebut Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

PENDIDIKAN tersebut seyogyanya diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Pendidikan jasmani adaptif adalah sarana untuk anak berkebutuhan khusus untuk bisa melakukan aktifitas fisik sesuai dengan tingkat kemampuannya dan harus menyertakan semua insan.

PERENCANAAN memerlukan identifikasi kesesuaian tujuan pendidikan jasmani dengan tujuan sekolah dan komunitas penyandang disabilitas. Mengajar yang baik menunjukan dari penyesuaian kurikulum untuk individu berkebutuhan khusus, seperti meminimalkan kesalahan dan melindungi kekuatan ego.

LEMBAGA pendidikan bertugas menyiapkan generasi muda agar dapat menjawab tantangan yang dihadapi kedepan tidak terkecuali anak yang memiliki kebutuhan khusus. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial dan emosional.

PROGRAM pendidikan jasmani adaptif bagi individu yang berkebutuhan khusus dan yang memiliki keterbatasan kemampuan, sangat bayak dan luas. Sering kita mendengar tentang individu yang memiliki kelainan, berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga dan berhasil menjadi juara. Maka dari itu anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendidikan jasmani yang lebih besar daripada siswa normal. Hal ini disebabkan karena Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengalami hambatan dalam merespon stimulus yang diberikan lingkungan untuk melakukan gerak, meniru gerak, dan bahkan ada yang memang fisiknya terganggu sehingga ia tidak dapat melakukan gerakan yang terarah dengan benar.

SELAIN itu, mereka memiliki masalah dalam sensoris, motorik, belajar, dan tingkah lakunya yang dapat menghambat perkembangan fisik siswa tersebut. Mereka berhak atas pendidikan jasmani yang dapat mengakomodasi hambatan dan kebutuhan yang mereka miliki.

PEMBELAJARAN pendidikan jasmani menjadi lebih kompleks bagi guru pendidikan jasmani dalam mengupayakan agar semua kebutuhan anak akan gerak dapat terpenuhi dan dapat meningkatkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Pada kenyataannya tidak semua ABK mendapatkan layanan pendidikan jasmani sesuai dengan kebutuhan atau hambatan yang dimilikinya, karena tidak semua guru pendidikan jasmani memahami dan mengetahui layanan yang harus diberikan kepada ABK.

MELALUI pendidikan jasmani adaptif kita bisa memuliakan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan keterbatasan dan tingkat kemampuan mereka. Sebagai manusia Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang di tengah-tengah keluarga, masyarakat dan bangsa. Mereka memiki hak untuk sekolah sama seperti orang lain yang tidak memiliki kelainan. Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah umum tidak ada satu alasan melarang anak istimewa ini untuk masuk di sekolah tersebut. Bersama guru pembimbing khusus yang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan inklusi (Keterampilan khusus untuk menangani anak berkebutuhan khusus), sekolah dapat merancang pelayanan bagi anak tersebut yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak. Apakah anak tersebut membutuhkan kelas khusus, program khusus dan atau layanan khusus seperti aktifitas jasmani adaptif tergantung dari tingkat kemampuan dan kondisi kecacatan anak.

ANAK Berkebutuhan Khusus memiliki masalah dalam sensorisnya, motoriknya, belajarnya, dan tingkah lakunya. Semua ini mengakibatkan terganggunya perkembangan fisik anak. Hal ini karena sebagian besar anak mengalami hambatan dalam merespon rangsangan yang diberikan lingkungan untuk melakukan gerak, meniru gerak dan bahkan ada yang memang fisiknya terganggu sehingga ia tidak dapat melakukan gerakan yang terarah dengan benar.

1 2Laman berikutnya

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan