Bangka SelatanArtikelHukum

Pemain Pasir Timah Bangka Selatan tak Tersentuh Hukum

0
×

Pemain Pasir Timah Bangka Selatan tak Tersentuh Hukum

Sebarkan artikel ini
IMG 20240111 WA0030 1024x461 1

SEPERTINYA para bos-bos timah atau kolektor timah asal Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak akan terjerat hukum dalam pusaran korupsi komoditas timah yang saat ini tengah ditangani oleh tim penyidik Kajaksaan Agung.

Buktinya sejumlah pemain pasir timah asal Bangka Selatan yang sempat didatangi, digeledah dan diperiksa oleh tim Kejagung, hingga kini masih tersenyum dan juga mungkin masih bermain mutiara hitam. Hal ini dibuktikan dengan masih beroperasinya ratusan unit ponton apung Tambang Inkonvensional (TI) di perairan laut Payak Ubi-Sukadamai, Toboali, terlepas itu legal maupun ilegal.

Dengan masih beropersinya ratusan unit ponton timah apung ini, membuktikan bahwa para pemain (penampung) pasir timah di wilayah Toboali tak tersentuh hukum. Artinya, mereka sebagai penampung pasir timah ini kebal hukum.

Memang agak sulit untuk membedakan mana ponton timah apung yang legal dan ilegal. Dan mana ponton yang bermitra dengan PT Timah Tbk dan mana ponton apung yang siluman alias diluar mitra.

Pastinya, perairan laut Payak Ubi-Sukadamai, Toboali sangat seksi dengan kekayaan sumber daya alamnya berupa pasir timah. Mengingat dari masa ke masa atau dari tahun ke tahun, aktivitas penambangan timah dengan menggunakan ponton apung ini tak pernah berhenti meskipun berhenti hanya sebentar dengan alasan klasik razia dan lain sebagainya.

Informasi yang beredar dan terbaru menyebutkan bahwa penikmat pasir timah laut Payak Ubi-Sukadamai, Toboali adalah bos besar (pengusaha) Bangka Barat yaitu Ahon Bakit. Nah, artinya di Toboali ada tangan-tangan dan kaki kanannya Ahon Bakit yang membeli dan menampung pasir timah hasil dari aktivitas ponton apung.

Tapi, ya sudahlah biarlah publik yang menilai dan menganalisa dibalik aktivitas ratusan unit ponton apung timah di perairan laut Payak Ubi-Sukadamai, Toboali.

Seperti diketahui sebelumnya, tepatnya pada bulan Oktober 2023. Masyarakat Toboali, khususnya warga Desa Keposang dihebohkan dengan adanya tim dari Kejagung mendatangi salah satu rumah pemain pasir timah di desa setempat. Hal inipun dibenarkan oleh Kepala Desa Keposang, Kenny Edwardi alias Afong.

Bahkan, sedari siang hingga malam, tim dari Kejagung melakukan pemeriksaan dan pengumpulan berkas di rumah yang dimaksud. Dan terpantau 2 unit container box yang berisi sejumlah berkas disita oleh tim Kejagung.

Penggeledahan dan penyitaan juga dilakukan tim Kejagung di dua rumah atau tempat lainnya, yakni rumah yang berlokasi di Jalan Raya Puput Toboali serta di Jalan Jenderal Sudirman Toboali.

Tindakan penyitaan dan penggeledahan tersebut berkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT Timah Tbk tahun 2015-2022.

#Salam Timah

#Salam Korupsi