BeritaNasional/InternasionalPendidikan

Pasca Posting Status di Media Sosial, Wali Murid SMP Negeri 5 Toboali Diminta untuk Klarifikasi, Samsul : Tidak ada Intimidasi

1
×

Pasca Posting Status di Media Sosial, Wali Murid SMP Negeri 5 Toboali Diminta untuk Klarifikasi, Samsul : Tidak ada Intimidasi

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20231118 030338 Facebook

SALAH SATU wali murid SMP Negeri 5 Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dipanggil oleh pihak sekolah dan diminta untuk segera klarifikasi atas postingan status di media sosial terkait sumbangan untuk pembangunan pagar sekolah.

Wali murid tersebut adalah Samsul, dengan nama akun media sosialnya yaitu Bang Syamsul Adhan.

Adapun postingan status sebelumnya pada Rabu, 15 November 2023 : 

“Saya..sebagai salah satu wali murid yg bersekolah di salah satu SMP Negeri yg ada ditoboali ini mau bertanya pada yg tau dan yang berwenang..
Terutama kepada #bupatiBangkaselatan
#DPRDBangkaselatan
#DinaspendidikanBangkaselatan
#cyberMediaBangkaselatan  Apakah benar biaya pembangunan pagar sekolah diwajibkan sumbangan dr wali murid ????Apalagi biaya sumbangan tiap kelas tidak sama alias tidak merata. Selama ini selalu diminta sumbangan dengan alasan ini dan itu. yang anehnya tak pernah ada kwitansi bila sudah memberikan sumbangan. yang artinya uang sumbangan ini tidak jelas peruntukannya. Karena tanpa disertai kwitansi resmi dan rapat yg telah ditentukan. Adakah yg bisa jawab..Pembangunan pagar sekolah apakah kewajiban wali murid untuk membiayainya ???                Dr fhoto dibawah..Tak ada surat resmi permintaan sumbangan. Hanya fhoto dr komputer yg diteruskan kepada murid yg bersekolah. Kalaupun sumbangan sukarela. Tak akan ada nominal resmi yg ditentukan dan tidak merata”

Screenshot 20231115 202420 Facebook

Screenshot 20231115 202404 Facebook

Lalu, pada Jumat (17/11/2023) pagi, Samsul (Bang Syamsul Adhan) diminta oleh pihak sekolah untuk hadir ke SMP Negeri yang dimaksud.

Alhasil, pasca dari postingan status sebelumnya serta hasil rapat bersama dengan pihak sekolah. Sehingga, Samsul selaku wali murid diminta untuk segera membuat klarifikasi atas postingan status sebelumnya di akun media sosialnya.

Disinggung apakah klarifikasinya tersebut lantaran adanya intimidasi? Namun, ditegaskan Samsul, bahwa klarifikasinya tersebut tidak ada intimidasi apa pun. “Tidak ada intimidasi,” kata Samsul.

Adapun klarifikasi dari Samsul (Bang Syamsul Adhan) : 

“Assalamualaikum wr.wb. Sehubungan dengan status FB saya kemaren tgal 16 November 2023..
Hari ini saya mengklarifikasi status yg saya tulis kemaren adalah kesalahan informasi yg saya dengar.setelah mengadakan pertemuan dengan pihak SMPN 5 Toboali..yg atas hal ini diwakili oleh kepala sekolah bapak Yulianto spd.Ing dan jajarannya..beliau dan jajarannya telah menerangkan bahwa..sumbangan yg tertera dalam tabel fhoto yg tercantum distatus saya kemaren bukan biaya sumbangan per murid..tp adalah sumbangan sukarela yg diajukan dr pihak sekolah..yg jumlahnya adalah total sumbangan perkelas yg dimana jumlahnya tidak merata dan hanya sebagian wali murid saja yg menyumbang.sumbangan ini terjadi setelah dibicarakan didalam rapat yg diadakan pihak sekolah.yg meminta sumbangan sukarela karena melihat keadaan pagar sekolah yg tidak semuanya terpagar.kondisi diluar areal sekolah adalah hutan dan kolong air..sehingga ditakutkan para murid keluar dr areal sekolah dan mencegah timbulnya hal hal yg tidak diinginkan.. seperti binatang berbisa dan jatuh kedalam kolong air.
Terkait dengan kesalahan informasi yg saya terima..
Maka dengan ini Saya yg bernama Syamsul dan keluarga meminta maaf yg murni atas kesalahan saya atas status FB dan berita di media yg terkesan menjelekkan pribadi kepala sekolah berserta staff jajaran juga komite sekolah SMPN 5 Toboali. Semoga kedepan tidak terjadi lagi kesalah pahaman informasi sehingga bisa meminimalisir kesalahan yg bukan pada tempatnya.                          Akhir kata..                                    Tiada gading yg tak retak
Tiada manusia yg sempurna
Manusia adalah tempat kesalahan dan dosa.
Manusia besar adalah manusia yg Berani mengakui kesalahannya.
Wassalamu’alaikum wr.wb”

Screenshot 20231118 030338 Facebook

Screenshot 20231118 030350 Facebook

Screenshot 20231118 030420 Facebook

Diberitakan sebelumnya, salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikabarkan meminta sumbangan uang kepada para wali murid atau siswa untuk pembangunan pagar sekolah.

Nilai sumbangan pun dikabarkan terbilang sangat fantastis, hingga mencapai ratusan ribu rupiah per siswa. BACA JUGA : Yulianto tidak ada Paksaan ke Wali Murid untuk Sumbangan Sukarela Bangun Pagar SMP Negeri 5 Toboali

SMP Negeri 5 Toboali Minta Sumbangan ke Wali Murid, Sumbangan untuk Bangun Pagar Sekolah

Ombudsman : Ini Aturan dan Larangan Sumbangan di Sekolah