Kritik Bantuan Nelayan dan Perizinan, Rina Tarol: Seperti SIM Lima Tahun Sekali

BABELHEBAT.COM, TOBOALI — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, mengkritik bantuan nelayan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai kebutuhan serta proses perizinan kapal yang masih berbelit.
Hal itu disampaikan Rina saat reses masa sidang III tahun sidang II 2026 di Pantai Batu Perahu, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (12/9/2026). Sejumlah nelayan menyampaikan persoalan bantuan alat tangkap, fasilitas tambat perahu, perizinan, hingga perlindungan saat mengalami musibah di laut.
Rina meminta pemerintah memastikan program bantuan disusun berdasarkan kebutuhan nelayan di lapangan.
“Program-program baik pusat maupun daerah harus dari bottom up, dari bawah ke atas. Pemerintah daerah jangan main tembak pengajuan yang diusulkan,” kata Rina.

Menurut dia, nelayan di Batu Perahu lebih membutuhkan fasilitas tambat perahu dan bantuan jaring. Karena itu, pemerintah diminta turun langsung melalui tenaga penyuluh untuk memetakan kebutuhan sebelum menetapkan program.
“Turunlah, gunakan tenaga-tenaga penyuluh untuk bertanya kepada nelayan apa yang mereka butuhkan. Sehingga apa yang kita bantu bisa bermanfaat kepada nelayan semuanya,” tegasnya.