Diiringi Tari Emprak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka rangkaian kegiatan menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Road to Harkodia) Tahun 2022 di Surabaya, Jawa Timur.
Melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi, KPK mendorong Pemerintah Daerah untuk mengimplementasikan Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi yang memiliki fokus pada delapan area intervensi atau Monitoring Center for Prevention (MCP).
Dalam sambutannya, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan bahwa korupsi memiliki dampak yang sangat buruk bagi kehidupan bangsa dan negara. Untuk itu, sudah saatnya para penyelenggara negara, para pemegang kekuasaan dan setiap orang bergandeng tangan melakukan pemberantasan korupsi melalui upaya pencegahan.
“Roh demokrasi itu transparansi, akuntabel dan bertanggung jawab. Silakan Bapak/Ibu Gubernur, Bupati/Walikota melakukan perbaikan sistem dan tata kelola pemerintahan yang baik. Karena di sistem yang baik tidak akan ada celah korupsi,” kata Firli di Ruang Singosari, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/12).




