Koperasi Merah Putih Mulai Bergerak di Lahan Tambang PT Timah
Meski regulasi berjalan bertahap, ia optimis koperasi bisa memenuhi seluruh persyaratan. Skema kemitraan, pendanaan dan distribusi hasil tambang akan diatur satu pintu agar tidak menimbulkan masalah di lapangan.
Upaya PT Timah Tbk merangkul koperasi disambut positif oleh masyarakat. Mumtama, anggota Koperasi Merah Putih Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, menilai langkah ini sudah lama ditunggu penambang rakyat.
“Alhamdulillah merasa bahagia dengan komitmen gubernur bersama PT Timah memberi peluang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk mengelola lahan. Ini anugerah. Kami wanti-wanti dengan warga agar hasil timah disalurkan ke wadah yang sudah ada ke PT Timah Tbk,” kata Tama.
Menurutnya, koperasi mereka sudah melakukan berbagai persiapan untuk memenuhi aturan kemitraan. Infrastruktur seadanya bukan persoalan karena masyarakat lebih menunggu legalitas dan kejelasan mekanisme penjualan hasil tambang.
“Gedung pakai mana ada dulu. Kami menyambut baik hal ini karena sudah lama dinantikan, khususnya di wilayah Belinyu yang memang banyak tambang timah,” jelasnya.
Koperasi tersebut kini memiliki sekitar 800 anggota. Tantangan terbesar adalah pengawasan agar seluruh produksi tetap masuk jalur resmi. Mumtama tidak ingin peluang besar ini dinodai praktik penjualan liar.
“Jangan sampai peluang emas ini dikecewakan. Jangan sampai ada hasil timah yang lolos,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih menjadi jalan tengah bagi tambang rakyat yang selama ini berjalan di area abu-abu. Koperasi memberi ruang legal, membuka pintu kemitraan, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang terukur. Jalan masih panjang, namun jika koperasi disiplin dan transparan, model ini bisa menjadi contoh bahwa tambang rakyat tetap mungkin berjalan tanpa merugikan negara dan masyarakat di sekitarnya.
Sumber: PT Timah





