Kolaborasi Membentuk Kepribadian Siswa
Oleh: Nabilla Fratiwi, S.Pd Pengajar di SDIT Alam Cahaya Toboali

PENDIDIKAN tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk kepribadian yang baik pada generasi muda. Sekolah menjadi tempat penting bagi proses tersebut, namun pembentukan karakter tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari keluarga dan lingkungan masyarakat. Kerja sama yang harmonis antara berbagai pihak menjadi kunci dalam membentuk pribadi siswa yang berakhlak baik dan bertanggung jawab.
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik. Siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghargai orang lain. Namun masih terdapat anggapan bahwa pembentukan kepribadian siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Pandangan tersebut kurang tepat karena pembentukan karakter siswa tidak dapat dilakukan oleh guru saja. Diperlukan peran bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik.
Di lingkungan sekolah, guru memiliki peran yang sangat penting. Melalui kegiatan pembelajaran, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menanamkan berbagai nilai kehidupan kepada siswa. Sikap disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai sering diajarkan melalui kegiatan di kelas maupun kegiatan sekolah lainnya. Guru juga menjadi teladan bagi siswa dalam bersikap dan berperilaku. Cara berbicara, bersikap, serta memperlakukan orang lain sering menjadi contoh yang ditiru oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun demikian, kebersamaan antara guru dan siswa di sekolah memiliki batas waktu. Siswa berada di sekolah hanya selama beberapa jam setiap hari. Setelah kegiatan belajar selesai, siswa kembali ke rumah dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian anak. Melalui kebiasaan sehari-hari di rumah, anak belajar mengenai sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, serta cara berinteraksi dengan orang lain.