Ketua PWI Babel Kawal & Minta Polisi Profesional, Bentuk Solidaritas Puluhan Awak Media Duduki Polres Pangkalpinang
Sementara, Edoy selain keberatan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penarikan oleh oknum debt collector karena tidak atas sepengetahuan dirinya juga keberatan dengan ucapan yang dianggap menyinggung profesi dirinya sebagai wartawan.
“Saya keberatan karena waktu diperiksa tadi, sempat mendengar ada yang bilang kalau saya ini wartawan gila,” kata Edoy.
Sementara beberapa oknum debt collector, berupaya meluruskan kabar dan ucapan yang ditenggarai sempat menyinggung profesi wartawan tersebut. Mereka dan penyidik Satreskrim, kemudian mempertemukan dan menghadirikan para saksi yang merental mobil kepada Edoy.
“Jadi dalam hal ini tidak ada sedikit dari kami (debt collector_red) yang bermaksud menyinggung profesi kawan-kawan, dan ucapan itu bukan dari kami melainkan dari saksi yang merental mobil ini,” kata salah satu debt collector.
Anthoni salah satu wartawan media cetak, menyebut kedatangan puluhan rekan-rekan media ke Polres Pangkapinang, sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap Edoy.
Selain itu, sebagai bentuk kecaman terkait adanya narasi yang sempat menyinggung dan mengecilkan profesi para awak media dari para oknum debt collector tersebut.
“Kami berkumpul disini (Mapolres_red) sebagai bentuk soliditas dan solidaritas sebagai awak media. Apalagi yang kami dengar dari rekan kami Edoy bilang ada yang menyebut wartawan gila. Bagi kami itu sangat menyinggung profesi kami, ternyata setelah diketemukan, yang menyebut wartawan gila itu saksi tadi yang diperiksa di dalam tadi,” kata Anthoni.