Kebakaran Hebat di Perkebunan Sawit Bangka Selatan: Terbakar atau Dibakar?
KEBAKARAN besar yang melanda kawasan pabrik dan perkebunan sawit milik sebuah perusahaan di Desa Jeriji, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menyisakan lebih banyak tanya ketimbang jawaban. Hingga kini, belum ada pihak yang secara gamblang dapat menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi di lokasi tersebut pada Minggu (13/7/2025) lalu.
Ironisnya, peristiwa itu baru ramai diperbincangkan masyarakat dua hari kemudian, tepatnya pada Selasa (15/7), tanpa satu pun saksi mata yang mengaku mengetahui kejadian secara langsung. Situasi ini memunculkan spekulasi liar, apakah ini murni kelalaian, kecelakaan teknis, atau justru ada unsur kesengajaan?
Pemerintah Desa Tak Tahu, Perusahaan Seakan Tak Terhubung
Penjabat (Pj) Kepala Desa Jeriji, Maman Armanto, membenarkan telah terjadi kebakaran di wilayah kerja perusahaan sawit tersebut. Namun, ia mengaku tidak memiliki informasi rinci mengenai pemicu kebakaran.
“Memang benar kejadiannya, tapi terbakar atau dibakar itu yang belum jelas, karena saat kejadian hari Minggu dan semua libur,” ujarnya, Selasa (15/7/2025) malam.
Baca Juga Berita Terkait : Kawasan Pabrik dan Kebun Sawit di Desa Jeriji Terbakar, Alat Berat dan Kamp Ludes
Saat ditanya lebih lanjut mengenai hubungan desa dengan perusahaan, Armanto mengaku tidak mengenal manajemen baru perusahaan.
“Meneger-nya baru, dan saya belum punya nomor kontaknya,” tambahnya.
Armanto juga menegaskan bahwa tidak ada konflik antara warga desa dan pihak perusahaan, setidaknya secara kasat mata.
“Kalau di masyarakat kami gak ada masalah apapun, tapi gak tahu lah kalau di dalam perusahaan itu sendiri ataupun dari luar,” katanya.
Polisi Bergerak, Tapi Laporan Numpang Lewat?
Kebakaran tersebut kini menjadi atensi aparat kepolisian. Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Raja Taufik Ikrar Bintuni, membenarkan kejadian tersebut. Namun menariknya, laporan kejadian justru disebutkan masuk ke Polda Babel, bukan ke Polres Bangka Selatan.





