EkbisNasional/InternasionalPemerintahanPertanian/Perikanan

Kajian Bersama untuk Kemajuan Usaha IKM

1
×

Kajian Bersama untuk Kemajuan Usaha IKM

Sebarkan artikel ini
IMG 20230802 WA0087

DINAS Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Yayasan Panca Diversiti Akademi melakukan kajian terkait pemasaran dan promosi pengolahan makanan hasil laut.

Kerja sama tersebut diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) atas kegiatan penyusunan informasi pasar dan potensi kemitraan.

Kepala Dinas KUKMINDAG Basel, Muhammad Ikbal menjelaskan, kegiatan FGD tersebut diikuti 43 pelaku usaha kecil menengah atau Industri Kecil Menengah (IKM).

“Kegiatan ini sesuai yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, bahwa pemberdayaan industri kecil dan menengah dilakukan antara lain melalui peningkatan kemampuan sentra industri kecil dan industri menengah atau IKM,” kata Muhammad Ikbal usai dari kegiatan FGD di Ruang Rapat Kantor Sekretariat Daerah Parit Tiga Toboali, Rabu (2/8/2023) sore.

Baca Juga : Ini Lokasi untuk Pedagang Pasar Induk Toboali

Ikbal, begitu sapaan akrabnya tersebut menambahkan, analisis strategi pemasaran tersebut diantaranya kajian segmentasi, riset pasar, branding, strategi produk baru dan penetapan harga produk.

“FGD ini mendiskusikan terkait apakah diperlukan pusat pemasaran produk IKM terintegrasi di Bangka Selatan seperti pusat sentra marketing yang didalamnya juga terdapat pusat edukasi pelatihan dan pengembangan IKM,” jelas Ikbal.

Baca Juga : Pemasaran Produk UKM Belum Maksimal

Selain itu, lanjut Ikbal, dalam diskusi tersebut juga dibahas tentang branding produk unggulan, yakni terasi (Belacan) asli Toboali yang bisa dikembangkan dengan sinergi antara pelaku IKM, pemerintah dan pihak swasta.

“Untuk strategi promosi produk diperlukan sinergi yang kuat antar semua pihak. Karena itu, kita berharap fokus IKM pada tataran produksi, sedangkan aspek pemasaran dan promosi ini diperlukan regulasi agar dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan usaha IKM,” ujar Ikbal.