BeritaHukum

Kajati Babel Dijabat Mohammad Teguh Darmawan, Ini Penekanan Jaksa Agung

0
×

Kajati Babel Dijabat Mohammad Teguh Darmawan, Ini Penekanan Jaksa Agung

Sebarkan artikel ini
IMG 20240404 WA0049

KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Bangka Belitung, resmi dijabat oleh Mohammad Teguh Darmawan menggantikan Asep Maryono yang dilantik sebagai Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan ini dipimpin oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kamis (4/4/2024) di Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung menyampaikan bahwa proses rotasi, mutasi dan promosi adalah sebuah keniscayaan di tubuh organisasi.

Hal itu dilakukan dalam rangka evaluasi dan peningkatan kinerja, serta untuk regenerasi sumber daya manusia demi menjaga kedinamisan institusi.

“Para pejabat yang dilantik tentu memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk memimpin dan menggerakkan roda bidang ataupun satuan kerja yang dipimpinnya, dalam upaya membantu mewujudkan visi dan misi Kejaksaan Republik Indonesia,” ujar Jaksa Agung.

Baca Juga : BPD dan Masyarakat Rias Keluhkan Pasir Proyek Irigasi, Totol : Sudah Sesuai Dengan RAB

Menurut Jaksa Agung, para pejabat yang dilantik adalah insan terbaik Adhyaksa yang telah melalui proses kajian mendalam, pertimbangan matang, serta penilaian yang objektif untuk mengisi jabatan saat ini, dengan memperhatikan prinsip “orang yang tepat di tempat yang tepat”.

Lalu dalam rangka pelaksanaan tugas bagi para pejabat yang dilantik, Jaksa Agung memberikan beberapa pokok penekanan tugas yang harus segera disesuaikan dan dilaksanakan, antara lain :
1. Bagi para Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru dilantik, agar segera :
a. Bersinergi dengan instansi terkait dan aparat penegak hukum lainnya dalam rangka mengawal penyelesaian tahap akhir Pemilihan Umum, khususnya mengantisipasi munculnya riak atau potensi konflik pasca pemilu dengan tetap memperhatikan kewenangan yang dimiliki.
b. Memastikan kesiapan para jaksa sejak tahun ini untuk menguasai dan memahami spirit serta substansi KUHP Nasional dalam menyongsong pemberlakuannya pada tahun 2026.
c. Meningkatkan pengawasan melekat terhadap seluruh jajaran di satuan kerja masing-masing, pedomani Surat Jaksa Agung Nomor 4 tanggal 17 Januari 2022 tentang meningkatkan pengawasan melekat pada satuan kerja.
2. Bagi para pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung yang baru, agar segera :
a. Mempelajari tugas dan kewenangannya yang baru guna mendukung visi dan misi institusi kejaksaan.
b. Melakukan evaluasi kinerja yang terdapat di dalam masing-masing lingkungan kerja atau bidang jabatan selanjutnya. Lakukan identifikasi kelebihan dan kekurangannya dalam mendukung arah kebijakan pimpinan dan tercapainya tujuan organisasi.
c. Menanamkan paradigma sinergisitas dan kolaboratif di antara bidang dalam setiap pelaksanaan tugas. Buang jauh-jauh ego sektoral, tanamkan satu hati dan satu tujuan untuk kejayaan kejaksaan.

Baca Juga : Pemkot Pangkalpinang Pusatkan Salat Idulfitri di Masjid Agung Kubah Timah

Selain itu, Jaksa Agung mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik agar amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, serta komitmen yang sungguh-sungguh untuk bekerja keras dan cerdas diiringi dengan pengamalan nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa.

Jaksa Agung juga mengucapkan terima kasih kepada para pejabat lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan penuh pengabdian. Jaksa Agung berharap agar para pejabat tersebut akan tetap bersemangat meningkatkan kinerja, seraya selalu memberikan kontribusi positif dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya.

“Tidak lupa juga, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu-ibu para istri yang telah dengan penuh kesabaran dan ketulusan, setia menjaga dan mendampingi para pejabat yang baru dilantik, maupun pejabat lama dalam setiap pelaksanaan tugas. Tanpa andil doa ibu-ibu sekalian, keberhasilan para suami dalam mengemban amanah jabatannya akan jauh dari kata sempurna,” imbuh Jaksa Agung.

Mengakhiri amanatnya, Jaksa Agung berpesan bahwa “Jabatan itu bisa menjadi berkah yang membawa kebahagiaan atau juga menjadi hukuman yang membawa keburukan bagi siapa yang mengembannya, tergantung dengan niat apa saudara menjalankannya,” tegas Jaksa Agung.