Bangka Selatan

Jumat Siang, DPRD Bangka Selatan RDP dengan Pengusaha Media dan Jurnalis

Apa pun pemicunya, satu hal pasti yakni ketiadaan anggota dewan dalam forum publik adalah simbol memburuknya etika kemitraan antara DPRD dan pers. Ini bukan sekadar rapat yang gagal. Ini adalah tamparan telak bagi integritas lembaga legislatif lokal.

Bagaimana mungkin publik percaya bahwa anggaran digunakan dengan benar, jika proses diskusinya saja tak dianggap penting?

Saatnya DPRD Bangka Selatan Berbenah

Komitmen terhadap keterbukaan tidak cukup ditulis di brosur visi-misi atau dibentangkan di baliho. Komitmen itu harus diwujudkan lewat tindakan nyata.

Hadir saat dibutuhkan. Terbuka terhadap kritik. Menghargai mitra kerja. Menjalin hubungan setara dengan media. Tanpa itu, yang tersisa hanyalah rapat-rapat kosong, relasi yang kaku, dan masyarakat yang semakin muak pada mereka yang mengklaim mewakili rakyat.

Apresiasi untuk Rekan-Rekan Jurnalis

Terlepas dari semua kekisruhan, penulis menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan jurnalis yang tetap datang dengan semangat membangun ruang dialog. Mereka hadir bukan untuk meributkan anggaran, tapi untuk mengawal integritas penggunaan uang publik.

Baca Juga : DPRD Bangka Selatan dan Hilangnya Anggaran Publikasi

Sayangnya, ketidakhadiran wakil rakyat justru menorehkan catatan kelam, sikap abai terhadap fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi yang dijamin konstitusi.

Jumat siang nanti, mari kita saksikan. Apakah forum ini akan jadi titik balik, atau justru pengulangan kesalahan?

Salam berpikir.

Laman sebelumnya 1 2

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan