Joget bisa menjadi hiburan dan pelepas penat. Tetapi ketika dilakukan di ruang kerja dengan seragam dinas, publik tidak lagi memandangnya sekadar hiburan. Publik melihatnya sebagai kelalaian sekaligus pelecehan terhadap simbol amanah yang disandang. Pada akhirnya publik menuntut wibawa, bukan joget berjubah seragam dinas.