BeritaDesaNasional/Internasional

Jadi Mitra Binaan PT Timah, Usaha Ikan Asin Dewi Berkembang Pesat

1
×

Jadi Mitra Binaan PT Timah, Usaha Ikan Asin Dewi Berkembang Pesat

Sebarkan artikel ini
6544b5a06996b

PROVINSI Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan. Karenanya, memilliki hasil laut yang melimpah. Potensi ini, sehingga menjadi dasar PT Timah Tbk untuk mendukung para pelaku usaha di sektor industri perikanan.

Melalui pogram Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) PT Timah Tbk mendorong para pelaku UMKM di wilayah operasional untuk terus berkembang dan mandiri.

Manfaat program PUMK PT Timah Tbk telah dirasakan banyak pelaku UMKM. Salah satu mitra binaan PT Timah Tbk yang memiliki usaha dalam industri perikanan, Dewi.

Wanita yang tinggal di Dusun Pantai, Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka, sukses menjalankan usaha perebusan ikan asin. Tinggal di pesisir pantai, Dewi memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan usahanya karena memiliki bahan baku yang cukup banyak.

Menurut Dewi, usaha perebusan ikan asinnya merupakan usaha warisan keluarga yang sudah berjalan sekitar 30 tahun lebih. Namun usahanya belum berkembang signifikan lantaran sebelumnya keterbatasan modal.

“Sudah 3 tahun ini saya menjadi mitra binaan PT Timah, namun untuk usaha ini sendiri itu sudah sejak dulu, usaha warisan dari orang tua kami, dan orang tua kami warisan dari nenek kami. Jadi sudah ada sekitar 30 an tahun lah,” kata Dewi.

Dewi menjelaskan, setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, ia bisa menambah jumlah produksi ikan asin miliknya. Hal ini juga berdampak pada peningkatan omset penjualan.

“Awalnya untuk bahan baku kami agak terbatas karena modal yang terbatas paling cuma 10 keranjang per hari. Tapi setelah mendapatkan pinjaman modal dari PT Timah Tbk bisa mendapatkan bahan baku 30 keranjang,” ujar Dewi, beberapa waktu lalu.

Saat ini kata Dewi, dalam sehari bisa memproduksi sebanyak 800 kilogram hingga 1 ton ikan basah untuk dijadikan ikan asin.

“Ini tentunya juga berdampak positif juga untuk omset kami, dalam satu hari kami bisa mengolah 800 kilogram hingga 1 ton ikan basah untuk jadi ikan asin,” jelas Dewi.

Meski memproduksi dalam skala besar, Dewi mengaku tak pernah kesulitan untuk memasarkan produknya. Karena memang kebutuhan masyarakat untuk ikan asin cukup tinggi. Kendati demikian mereka juga memiliki tantangan terhadap cuaca. Sebab jika memasuki musim hujan mereka tidak bisa produksi karena pengeringan ikan asin masih mengandalkan sinar matahari.

“Kalau kendala sih boleh dikatakan tidak ada, kecuali hujan. Sebab jika tidak ada matahari kami tidak bisa mengeringkan ikan asin. Kalau seharian tidak dikeringkan ikannya akan rusak. Kalau sudah rusak biasanya dijual ke para peternak untuk dijadikan pakan ternaknya,” katanya.

Dewi memproduksi berbagai jenis ikan asin seperti ikan teri, ikan ciu bangka, tambang dan ikan laysi. Karena itu, ia belum merambah ke jenis ikan lainnya lantaran masih mengalami kendala dalam pengolahannya.

“Sementara, untuk jenis ikan yang paling diminati yakni jenis ikan asin teri,” jelasnya.

Diakuinya, banyak kemajuan usaha yang dijalaninya setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, dengan pinjaman modal ini produksinya meningkat sehingga bisa menambah tenaga kerja yang merupakan warga di desa setempat.

“Terima kasih PT Timah telah membantu modal untuk kami, sebab dengan adanya bantuan modal tersebut kami dapat meningkatkan jumlah produksi ikan asin, selain itu juga kami bisa mempekerjakan masyarakat dalam proses produksi,” tutur Dewi.

Baca Juga Berita Lainnya : 

Ini Buktinya Pemuda Karang Taruna Bangka Selatan Peduli UKM

Ini Kolaborasi PT Timah Tbk Dengan Densus 88

Hobi Minyak Wangi Membuat Dewi Buka Usaha Minyak Wangi

Rapat Kerja di Warung UKM, Bukti Riza-Debby Peduli UKM

Terbuka untuk Umum, UKM Mahacita Polman Babel Gelar Lomba Lintas Alam 2023

Program Gratis Ongkir Produk Lokal Bangka Selatan Bantu Pelaku UKM