Ini Tanggapan Ketua DPRD Basel atas Tuntutan Massa
SUASANA libur Maulid Nabi Muhammad SAW berubah menjadi panggung aspirasi. Puluhan massa yang dipimpin Batara Harahap mengguncang Gedung DPRD Bangka Selatan dengan tuntutan keras di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (5/9/2025).
Massa datang dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menegaskan aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan upaya memastikan aspirasi benar-benar sampai di telinga legislator. Momentum aksi kali ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan hari libur nasional. Meski begitu, semangat massa tidak surut. Mereka memilih mengorbankan waktu libur untuk mendesak wakil rakyat dan pejabat eksekutif agar tetap hadir dan bekerja.
Dalam orasi yang berlangsung bergantian, warga menyampaikan keresahan. Mulai dari kebijakan daerah yang dinilai tidak berpihak hingga dugaan permainan anggaran. Tuntutan yang mereka suarakan antara lain pencabutan izin HTI (Hutan Tanaman Industri), pengurangan dana perjalanan dinas DPRD, keterlibatan pengusaha dan pekerja lokal dalam proyek APBD, serta pengawasan ketat legislatif terhadap kebijakan bupati. Mereka juga mendesak agar DPRD rutin turun ke lapangan menyerap aspirasi rakyat dan tidak bersembunyi dari kepentingan masyarakat.
Baca Juga: WTP ke-6, Tapi Risiko Korupsi Masih Tinggi, Ada Apa dengan Bangka Selatan?
Gedung DPRD yang disebut sebagai rumah rakyat kembali dipertanyakan fungsinya. Massa menilai lembaga tersebut cenderung nyaman dengan posisi politik dan lupa menyapa masyarakat. Meski digelar di hari libur, aksi berjalan damai dengan pengawalan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Tampak hadir Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid bersama Wakilnya Debby Vita Dewi, Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto, serta Wakil Pimpinan DPRD Rusi Sartono dan sejumlah anggota DPRD lainnya.
Menanggapi aspirasi massa, Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi memberikan tanggapan. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyuarakan tuntutan secara tertib.





