Ini Strategi Erzaldi-Yuri Wujudkan Sistem Birokrasi yang Baik di Bangka Belitung

BERBAGAI strategi bisa dilakukan untuk mewujudkan sistem birokrasi pemerintahan yang baik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Hal ini ditegaskan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Babel, Yuri Kemal Fadlullah.
Menurut pasangan nomor urut I ini, kehadiran sistem birokrasi yang baik tentu akan banyak memberikan manfaat pada tata kelola pemerintahan, terutama dari sisi efisiensi, manajemen yang mudah dan pembagian kerja yang jelas.
“Selain itu, kejelasan, kepercayaan publik, kinerja organisasi yang meningkat, identifikasi masalah yang jelas, serta keberlanjutan finansial,” kata Yuri, Rabu (13/11/2024).
Baca Juga : Peran Penting Media untuk Muluskan Keluarnya Juknis IPR di Bangka Belitung
Pasangan calon (Paslon) dengan tagline BERAMAL ‘Bersama Erzaldi Rosman-Yuri Kemal’ ini, menjelaskan terdapat 7 strategi untuk memperbaiki tata kelola birokrasi pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik agar efisien dan efektif.
Pertama, digitalisasi proses pelayanan publik dengan mengintegrasikan teknologi digital dalam layanan publik seperti sistem e-government yang memungkinkan masyarakat mengakses pelayanan secara online. Ini mengurangi waktu tunggu, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan transparansi. Tentunya hal ini juga dibarengi dengan adanya mekanisme evaluatif yang dapat diakses langsung oleh masyarakat, sehingga terjadi suatu indikator keberhasilan dan kepuasan atas pelaksanaannya.
Kedua, pemangkasan prosedur birokrasi dengan meninjau ulang dan menyederhanakan proses birokrasi yang berbelit. Dengan memangkas prosedur yang tidak efisien, pelayanan bisa diberikan lebih cepat, mengurangi kendala administratif yang sering menghambat produktivitas. Selain itu juga, perlu dilakukan suatu identifikasi baik dari segi regulasi maupun kebijakan apakah terjadi tumpang tindih ataupun kesulitan dalam implementasinya.
Ketiga, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan melakukan pelatihan dan pengembangan SDM secara berkala untuk meningkatkan keterampilan, profesionalisme dan integritas pegawai negeri. Ini akan menghasilkan staf yang lebih kompeten dan responsif dalam memberikan pelayanan.




