Inflasi Terkendali, Pangkalpinang Masuk 10 Kota Terendah Secara Nasional
“Angka ini masih berada di bawah target inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Artinya, Pangkalpinang masih tergolong aman dengan capaian yang cukup baik. Inflasi Pangkalpinang terutama disumbang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,90 persen,” jelas Iskandar.
Iskandar menambahkan, berdasarkan data Kemendagri, Kota Pangkalpinang masuk dalam sepuluh kota dengan inflasi terendah secara nasional pada bulan September 2025 dengan capaian 1,75 persen secara year on year.
Sementara itu, inflasi tertinggi secara nasional tercatat di Provinsi Sumatera Utara sebesar 5,32 persen, sedangkan inflasi terendah atau bahkan deflasi terjadi di Provinsi Maluku Utara.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat, seiring dengan upaya mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat Indonesia.
Capaian Pangkalpinang menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya bergantung pada angka, tetapi juga pada kemampuan daerah menjaga keseimbangan antara kebutuhan rakyat dan ketahanan fiskal. Ketika inflasi terkendali, harapan masyarakat untuk hidup lebih layak pun tetap menyala.





