BeritaEkbisNasional/InternasionalPangkalpinangPemerintahan

Gas Melon Langka Jadi Perhatian Rudianto Tjen

2
×

Gas Melon Langka Jadi Perhatian Rudianto Tjen

Sebarkan artikel ini
IMG 20230726 WA0029 1

INFORMASI atas kelangkaan tabung gas melon atau gas ukuran 3 kilogram di sejumlah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi perhatian khusus Anggota DPR RI asal Babel Rudianto Tjen.

Kendati informasi tersebut belum diterimanya secara langsung, namun tetap menjadi perhatiannya lantaran menyangkut hajat hidup orang banyak.

Karena itu, Politisi PDI Perjuangan tersebut berjanji bahwa dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah penyedia tabung gas subsidi di daerah (Babel).

“Informasi ini coba saya akan cek,” jelas Rudi, Rabu (26/7/2023) di Sungailiat.

Disinggung tentang langkanya tabung gas 3 kilogram bersamaan dengan beragam Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran, hingga menyentuh angka Rp 35 ribu pertabung? Rudi juga mengaku baru mendapat informasi terkait fenomena ini.

“Apakah harga dasar (HET) dari pemerintahnya memang naik, saya belum tahu juga. Karena saya belum paham urusan gas ini,” kata Rudi.

BACA JUGA : Rudianto Tjen Akui Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Babel

Rudi, begitu sapaan akrabnya tersebut menjelaskan, apabila harga (HET) dari pemerintah tidak naik dan berbeda jauh dari harga di pasaran atau penyedia. Artinya, itu memang terdapat masalah di lapangan. Tentu saja, hal ini menjadi tugas dari pemerintah untuk menyelesaikannya.

“Harusnya gas 3 kilo (Kilogram) inikan gas subsidi. Harganya ditentukan oleh pemerintah, didistribusikan oleh pemerintah. Harapan saya tidak ada yang main-main terhadap urusan ini,” ujarnya.

Rudi mengingatkan, bahwa aturan harga (HET) dari pemerintah harusnya dijalankan dengan baik dan benar sesuai ketetapan yang berlaku.

“Kalau HET (harga) yang dijual, lebih dari ketetapan pemerintah, berarti ini ada sesuatu yang salah, yang perlu kita selesaikan,” tegas Rudi.

Diketahui, untuk HET gas 3 kilogram dengan radius atau jarak 60 kilometer yang telah ditetapkan pemerintah di Bangka Belitung, hanya berada dikisaran Rp 18 ribu pertabung. (kms)