GUBERNUR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2017-2022, Erzaldi Rosman Djohan, bersama Tim Pro ER Bangka Selatan, melakukan kunjungan ke Toboali dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, Kamis (26/9/2024).
Kunjungan ini menjadi momen penting untuk mendengar berbagai keluhan serta masukan yang diutarakan masyarakat, terutama mengenai kondisi perekonomian daerah yang semakin melemah.
Selain itu, juga membahas tentang program beasiswa gratis yang diinisiasi oleh Rosman Djohan Institute (RDI) yang diharapkan dapat membuka akses pendidikan bagi generasi muda.
Erzaldi menyampaikan pentingnya kolaborasi dan inisiatif dalam menghadapi tantangan ekonomi, serta menekankan perlunya tindakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
Erzaldi : Perbaikan Ekonomi Harus Libatkan Investor
Menanggapi aspirasi tersebut, Erzaldi menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam memperbaiki ekonomi tanpa campur tangan investor. Menurutnya, keterlibatan pihak luar sangat dibutuhkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Bangka Belitung.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja untuk memperbaiki ekonomi. Perlu ada campur tangan pihak luar, terutama investor,” kata Erzaldi.
Baca Juga : Erzaldi : Perlu Perubahan Terhadap Pendapatan Asli Daerah dan Tenaga Kerja di Bangka Belitung
Bang Er, begitu sapaan akrabnya menjelaskan bahwa banyak rencana investasi yang gagal terealisasi akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.
“Kendalanya banyak, terutama setelah Covid-19, banyak program yang sudah direncanakan tapi akhirnya gagal terlaksana. Jadi, kita harus mengambil inisiatif sendiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Pentingnya Melawan Hoaks
Selain membahas masalah ekonomi, Erzaldi juga menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap informasi yang tidak benar atau hoaks. Menurutnya, salah satu penghambat kemajuan daerah adalah mudahnya masyarakat terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak valid.
“Permasalahan kita, tipikal masyarakat kita ini sangat mudah diprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jadi apapun itu, jangan mudah percaya dengan isu-isu yang menyesatkan, terutama hoaks,” imbuh Bupati Bangka Tengah dua periode pada tahun 2010-2015 dan 2016-2017. Baca Juga : Pemkab Bangka Selatan Jangan Tutup Mata, Kabel Listrik Ini Bahaya