BeritaNasional/InternasionalPemerintahan

Dukung Kebebasan Pers, Presiden Jokowi : Kita Ciptakan Jurnalisme yang Berkualitas

1
×

Dukung Kebebasan Pers, Presiden Jokowi : Kita Ciptakan Jurnalisme yang Berkualitas

Sebarkan artikel ini
IMG 20240220 WA0127

PRESIDEN Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan akan terus mendukung penuh kebebasan pers, dengan menciptakan jurnalisme yang berkualitas dan jauh dari konten negatif.

Hal itu diungkapkannya, saat berpidato di acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024, Selasa (20/2) sore, di Econventional Hall Ecopark Ancol, Jakarta.

“Saya tahu, perusahaan pers sedang menghadapi masa-masa sulit di era platform digital ini. Tapi pemerintah juga tidak tinggal diam, pemerintah akan terus mencari solusi dan kebijakan afirmatif untuk perusahaan pers di dalam negeri,” kata Jokowi, di hadapan para tamu undangan.

“Kemarin saya juga sudah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang tanggungjawab platform digital, untuk mendukung jurnalisme berkualitas atau yang kita kenal sebagai Perpres Publisher Rights,” ujar Jokowi.

Dilanjutkan Jokowi, mendukung jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan industri media konvensional sudah pernah ia sampaikan di acara HPN sebelumnya.

“Seperti yang saya sampaikan saat peringatan hari pers tahun lalu, jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan industri media konvensional menjadi perhatian pemerintah dan menjadi hal yang dinanti-nanti,” jelasnya.

“Perlu saya sampaikan semangat awal dari perpres ini. Kita ingin jurnalisme yang berkualitas, jurnalisme yang jauh dari konten-konten negatif. Jurnalisme yang mengimplementasikan untuk kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Tak hanya itu, Presiden RI dua periode itu juga meminta Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), untuk memprioritaskan belanja iklan perusahaan pers.

“Saya juga meminta kepada Menkominfo untuk memprioritaskan belanja iklan pemerintah untuk perusahaan pers. Minimal untuk iklan jangka pendek, walaupun ini tidak bisa memecahkan masalah secara keseluruhannya,” tambah Jokowi.

“Perusahaan pers dan kita semua harus memikirkan bagaimana cara menghadapi transformasi digital ini. Dan untuk para kreator konten perlu saya tegaskan, Perpres ini tidak berlaku untuk kreator konten,” tuturnya.