DPRD Babel Dengar Suara Petani Kelapa, Sengketa Lahan Bangka Barat Mengemuka
SENGKETA lahan tak sekadar soal batas dan dokumen, tetapi menyangkut ruang hidup dan penghidupan masyarakat. Itulah yang mengemuka ketika DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali membuka ruang dengar bagi petani kelapa Bangka Barat yang lahannya terjerat konflik berkepanjangan, Senin (15/12/2025).
Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas sengketa lahan perkebunan kelapa di Kabupaten Bangka Barat. Rapat ini merupakan tindak lanjut atas aduan pengurus petani lahan kelapa yang terdampak konflik agraria tersebut.
RDP berlangsung di Ruang Badan Anggaran DPRD Babel dan dipimpin Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, didampingi sejumlah anggota dewan serta dihadiri perwakilan masyarakat petani.
Didit Srigusjaya menyampaikan bahwa rapat kali ini merupakan pertemuan kedua dan menunjukkan perkembangan dibandingkan pertemuan sebelumnya.
“RDP hari ini adalah yang kedua terkait aduan petani lahan kelapa. Pada pertemuan kemarin sudah sangat jelas, dan hari ini ada perkembangan baru. Ternyata Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat melakukan Peninjauan Kembali terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang,” ujar Didit.
Baca Juga: Maryam Desak Percepatan IPR di Babel
Langkah hukum tersebut dinilai sebagai bagian dari mekanisme yang sah. DPRD Babel juga mengapresiasi pemerintah daerah setempat yang telah menyampaikan pernyataan resmi kepada masyarakat terkait sengketa tersebut.
Perkembangan lain yang turut disampaikan adalah laporan petani terhadap dugaan perusakan perkebunan kelapa milik warga.
“Petani melaporkan adanya oknum yang melakukan perusakan kebun kelapa. Informasi yang kami terima, sudah turun tim penyelidikan dari Polda Bangka Belitung. Kami tidak masuk ke sana karena itu ranah hukum,” kata Didit.
DPRD Babel juga meminta agar pihak Organisasi Perangkat Daerah terkait menahan diri dan menghentikan aktivitas apa pun di lokasi sengketa.
“Kami meminta oknum OPD tersebut untuk tidak melakukan aktivitas. Masyarakat memilih menahan diri, sementara kami masih mendapat informasi adanya aktivitas di sekitar lokasi,” tegasnya.