Didit Srigusjaya Serap Aspirasi Pendidikan SMKN 1 Koba
Dalam dialog, Didit juga merespons keluhan terkait Tunjangan Tambahan Penghasilan guru. Ia memastikan tidak ada pemotongan melainkan penundaan sesuai Surat Keputusan Gubernur.
“Insyaallah pada Desember, melalui sisa lebih perhitungan anggaran, hak bapak dan ibu guru akan kami berikan,” ujar Didit.
Selain itu, Didit menerima aspirasi mengenai program Makan Bergizi yang hingga kini belum sampai ke SMKN 1 Koba. Ia berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Pendidikan dan menekankan bahwa pembiayaan MBG tidak bisa hanya dibebankan ke daerah karena kebutuhan dananya mencapai sekitar Rp160 miliar per tahun.
“Kita tunggu kucuran dana dari pusat agar program ini bisa berjalan optimal,” jelas Didit.
Baca Juga: Dari Pendidikan hingga Agro-Maritim, Reses Dody Kusdian Soroti Arah Pembangunan Babel
Didit juga menyampaikan pesan kepada siswa agar tidak berhenti belajar setelah lulus dari SMK. Menurutnya, ada banyak peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Jika aspirasi dari sekolah benar-benar diterjemahkan ke dalam kebijakan, maka pendidikan vokasi di Bangka Belitung tidak hanya menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga mencetak generasi yang mampu bersaing di masa depan.