PendidikanBeritaNasional/InternasionalPangkalpinang

Ciptakan Robot Pengangkat Sawit dan Pembersih Sampah, 6 Siswa MI Khoiru Ummah Pangkalpinang Masuk Babak Penyisihan Olimpiade Sains Nasional

29
×

Ciptakan Robot Pengangkat Sawit dan Pembersih Sampah, 6 Siswa MI Khoiru Ummah Pangkalpinang Masuk Babak Penyisihan Olimpiade Sains Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20240326 WA0074

TIGA tim atau sebanyak 6 siswa Madrasah Ibtidaiyah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk babak penyisihan olimpiade sains nasional atau Kompetisi Sains Muslim Indonesia (KOSSMI) tahun 2024.

KOSSMI ini diselenggarakan oleh Abak Academy bekerja sama dengan Surya Institute For the Promotion of Science (SIPS), Fakultas FMIPA Universitas Indonesia (UI) dan AICI (Atificial Intelegence Center Indonesia) mengusung tema ‘Indonesian Future Tech Inventor’ dengan sub tema ‘Teknologi Penunjang Kehidupan yang Cerdas’.

Pada babak penyisihan ini, 3 tim MI Khoiru Ummah Pangkalpinang akan berlaga dengan tim tingkat sekolah dasar lainnya dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan pengumuman dari panitia KOSSMI, Selasa (26/3/2024), total peserta bidang robotik tingkat dasar yang masuk babak penyisihan sebanyak 50 tim. Satu tim terdiri dari dua orang.

Keenam siswa sekolah Penghapal Qur’an Khoiru Ummah Pangkalpinang tergabung dalam tiga tim yaitu:

Tim satu, Muhammad Faqihuddin Nabil Alghazi dan Muhhammad Zaka Alfarez, dengan karya Robot Pembersih Sampah di Sungai.

Tim dua, Mochammad Azzam Alfaqih dan Naufal Ahza Mukhtarullah, dengan karya Robot Pengangkat Tandan Kelapa Sawit.

Tim tiga, Muhammad Ghazavat Sulaiman Alqonuni dan Muhammad Bilal Yafizhan dengan karya Robot Pengangkut Sampah.

Kepala Sekolah MI Tahfizh Plus Khoiru Ummah Pangkalpinang, Rokayah menjelaskan pada babak penyisihan setiap tim harus menghasilkan karya berupa robot yang dapat difungsikan dengan pengendalian atau mengoperasionalkan robotik tersebut lewat android.

Selain itu, setiap tim juga harus membuat video mempresentasikan mulai dari pengenalan komponen, perakitan dan pengoperasionalan robotik hasil karya masing-masing.

“Alhamdulillah, berkat kesungguhan dan ketelatenan para pembimbing, siswa kita bisa menghasilkan tiga karya robotik, dan mereka juga mampu menjelaskannya secara detail setiap komponen dan fungsinya dan termasuk mengoperasionalkannya,” kata Rokayah.

Rokayah menambahkan, lomba kali ini adalah yang kedua kalinya diikuti MI Tahfizh Plus Khoiru Ummah Pangkalpinang. Tahun 2023, empat anak didiknya yang tergabung dalam 2 tim berhasil lolos ke final tingkat nasional di UI, Depok, Jawa Barat.

“Kami berharap keenam siswa atau ketiga tim ini bisa lolos ke final tingkat nasional di Jakarta pada 26 Mei 2024, di Gedung Laboratorium Riset Multidisiplim FMIPA UI, Depok, Jawa Barat,” ujarnya.

Dijelaskan Rokayah, MI Tahdizh Plus KU yang beralamat di Jalan Pahlawan 12, Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, para siswanya diajarkan menghapal Qur’an, Bahasa Arab, Adab, Akhlak, Bahasa Inggris dan pelajaran umum lainnya. Juga menitik beratkan pelajaran tentang sains dan teknologi.

Para siswa yang ikut kompetisi ini paling tinggi adalah kelas empat dan ada yang sudah hapal Qur’an 2 Juz hingga 3 juz.

“Hal ini penting untuk dikenalkan dan dibiasakan sejak dini kepada para siswa. Jadi pembelajaran terhadap agama, ilmu pengetahuan sains dan teknologi kita ajarkan di sekolah,” tutur Rokayah.