BANGKA SELATAN harus bisa menjadi percontohan pro dan kontra yang humanis. Hal ini ditegaskan Bupati Basel Riza Herdavid terkait pro dan kontra atas rencana aktivitas penambangan pasir timah jenis ponton apung atau Ponton Isap Produksi (PIP) di perairan laut Merbau, Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali, Provinsi Bangka Belitung (Babel).
“Harapan nelayan seperti apa dan harapan penambang seperti apa, nanti kita rangkumkan jadi satu. Hasil kesepakatan ini lah yang harus segera dijalani, dan bagaimana bisa Bangka Selatan ini menjadi percontohan pro dan kontra yang humanis. Karena itu, kami harus bertindak mewakili nelayan dan juga penambang,” kata Riza usai dari memantau empat unit ponton apung di perairan laut Merbau, Jum’at (3/6/2022).

Riza menegaskan, sesuai dengan arahan partainya sehingga ia memilih bekerja dalam senyap untuk menyelesaikan polemik atas rencana kegiatan penambangan tersebut. Mengingat ada dua aspirasi yang masuk ke pemerintah daerah, dan keduanya itu harus ditengahinya ke pemangku kebijakan yang lebih tinggi.
“Ada dua aspirasi yang masuk ke pemerintah daerah, dan kami mencoba menengahinya itu. Alhamdulillah, ada jawaban dari pemangku kebijakan. Sebetulnya sudah seminggu ini saya coba terus konsultasi dengan pemangku kebijakan, tapi karena ini ada bau-bau politik sehingga saya memilih bekerja dalam senyap sesuai dengan arahan partai,” jelas Riza, sapaan akrabnya.
Riza bersyukur atas hasil kerja senyapnya tersebut dapat titik terang bahwa PT Timah bersedia untuk meninjau ulang Surat Perintah Kerja (SPK) penambangan yang telah dikeluarkan sebelumnya.


