Suara HebatBangka Selatan
Trending

Kejari Bangka Selatan Menggulung Koruptor, Hari Ini-Besok Entah Giliran Siapa Lagi

KEJAKSAAN Negeri Bangka Selatan dalam dua tahun terakhir menunjukkan langkah penegakan hukum yang semakin tegas dan berani. Penindakan terhadap korupsi tidak lagi sebatas jargon kosong. Satu per satu pelaku yang merampas uang rakyat mulai diproses, ditetapkan sebagai tersangka, dan merasakan dinginnya jeruji Lapas Tuatunu Pangkalpinang. Publik melihat bahwa seragam dinas, jabatan, dan kedekatan politik tidak lagi menjadi perisai yang aman.

ASN aktif dan mantan ASN yang terlibat penyimpangan anggaran ikut terseret. Pihak swasta yang selama ini menjadi rekanan proyek fiktif juga tidak luput dari jerat hukum. Kasus penyalahgunaan anggaran Satpol PP menjadi bukti bahwa permainan proyek fiktif akhirnya terbongkar. Rekayasa anggaran yang selama ini dianggap aman ternyata menyisakan jejak yang kini diusut dengan serius.

Baca Juga: Rekaman Viral di Medsos Desak KPK dan Kejagung Periksa Bupati Bangka Selatan

Perkara jual beli lahan dan perizinan tambak udang di Desa Tanjung Labu dan Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Pongok menjadi titik terang paling besar. Mantan Bupati Bangka Selatan periode 2016-2021 Justiar Noer kini ikut mempertanggungjawabkan perbuatan hukum. Kewenangan publik berubah menjadi komoditas, tanda tangan berubah menjadi barang dagangan, dan lahan negara menjadi sasaran perburuan. Mengalir uang miliaran rupiah, sementara masyarakat hanya menjadi penonton dari permainan orang kuat.

Baca Juga: Bisnis Lahan di Bangka Selatan Jadi Petaka, Jerat Bupati dan Kabinetnya

Jumlah tersangka dipastikan belum berhenti. Rantai pelaku masih panjang. Orang dekat, perantara, penikmat percikan dana segar, dan pemain belakang layar tidak bisa merasa aman. Mereka yang telah ditahan tentu tidak ingin menanggung risiko sendirian. Nyanyian mereka dinantikan publik, karena setiap keterangan membuka tabir nama dan peran yang selama ini disembunyikan.

Hari ini sudah ada yang memakai rompi tahanan. Besok entah giliran siapa lagi. Publik menunggu wajah-wajah yang selama ini tampil suci, berwibawa, dan penuh slogan cinta daerah, namun diam-diam ikut menggerogoti daerahnya sendiri. Topeng keteladanan mulai rontok, dan keberanian penegak hukum diuji untuk tidak berhenti hanya pada nama-nama kecil.

Baca Juga: Korupsi Satpol PP Bongkar Borok Kabinet Riza-Debby, Publik Tunggu Kakap

1 2Laman berikutnya

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan