SETIAP tanggal 9 Februari, bangsa ini memperingati Hari Pers Nasional sebagai penanda sejarah sekaligus pengingat peran pers dalam perjalanan republik. Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali meneguhkan nilai, arah, dan keberanian pers di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama insan pers yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Peringatan ini menjadi ruang refleksi bagi awak media, termasuk penulis yang merupakan bagian dari insan pers sekaligus pendiri media siber Babelhebat.
Pada tahun 2026, Hari Pers Nasional mengusung tema ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’. Pusat perayaan digelar di Serang, Banten dan direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran kabinet serta perwakilan insan pers dari berbagai daerah di Indonesia.
Hari Pers Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap pers sebagai pilar demokrasi dan agen perjuangan bangsa. Penetapan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto. Keputusan tersebut menjadi pengakuan resmi negara terhadap peran pers nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus dasar hukum peringatan Hari Pers Nasional yang terus dijaga hingga hari ini.
Dalam perjalanan sejarahnya, pers Indonesia tidak selalu berjalan di jalur ideal. Banyak media lahir, tumbuh, lalu tunduk pada kuasa modal dan kepentingan politik. Tidak sedikit yang menjadikan pena sekadar alat dagang, melupakan tugas pers sebagai penjaga nurani dan penafsir zaman. Di tengah kegaduhan informasi yang saling bertabrakan, Babelhebat memilih berdiri di jalur yang berbeda.
Babelhebat tidak didirikan untuk menjadi corong kepentingan, melainkan penuntun yang berpihak pada kebenaran. Ketika pertanyaan muncul mengapa mendirikan media di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, jawabannya sederhana karena zaman ini membutuhkan suara yang tidak dikendalikan oleh hitung-hitungan untung dan rugi.
Media ini lahir di penghujung 2021, saat pandemi Covid-19 masih membayangi dunia dengan ketakutan dan kesunyian. Dari Toboali, sebuah nyala kecil dinyalakan dengan keyakinan bahwa jurnalisme tetap dibutuhkan, terutama ketika keadaan terasa paling gelap. Sebuah obor sederhana dengan tekad untuk menuntun, bukan mengekor.
Babelhebat dirintis oleh seorang jurnalis Bangka Belitung bernama Tom. Keputusan keluar dari sistem besar dan zona nyaman diambil dengan kesadaran penuh. Rutinitas sebagai wartawan harian di Radar Bangka dan Babel Pos yang berada di bawah Grup Jawa Pos ditinggalkan demi kemerdekaan profesional.
Perjalanan jurnalistik ditempuh secara sah dan berjenjang melalui Uji Kompetensi Wartawan, mulai dari tingkat muda di Koba, madya di Pangkalpinang, hingga tingkat utama di Belitung. Dari proses itulah Babelhebat lahir sebagai media yang berakar dari Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.





