Siapkan Lahan, Babel Bersiap Jadi Kebun Kelapa Nasional
GUBERNUR Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, mencanangkan visi besar menjadikan Babel sebagai pusat kelapa nasional dengan label “Kebun Kelapa Indonesia.” Gagasan ini disampaikannya saat mengumpulkan masyarakat dan seluruh Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dari Belitung dan Belitung Timur di Mess Bougenville, Tanjungpandan, Sabtu (26/7/2025).
Gubernur Hidayat menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi lahan-lahan tidur yang selama ini terbengkalai, khususnya di wilayah Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Tanaman Industri (HTI), dan Hutan Kemasyarakatan (HKm).
“Mereka akan kirim bibit 1 hingga 2 juta pohon kelapa. Kalau ini berhasil, Babel akan mendunia! Kenapa kita biarkan lahan tidur? Sekarang saatnya kita gerak. Ini peluang besar,” tegas Hidayat di hadapan para peserta.
Baca Juga : Pemkab Basel, Jangan Berdongeng Soal Percepatan Ekonomi Jika Kawasan Industri Saja Diabaikan
Program ini dirancang untuk melibatkan investasi besar dan penanaman kelapa secara masif. Gubernur menekankan bahwa peran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program, bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan mitra aktif dari proyek pertanian kelapa ini.
“Pemerintah hanya memfasilitasi dan membuka jalan. Rakyatlah yang pegang kendali. Siapkan lahan, bersihkan, lalu kita beri bibit dan pupuk dari investor,” lanjutnya.
Baca Juga : Babelhebat: Dua Minggu, Lima Kota, Seribu Cerita
Untuk mempercepat langkah, Gubernur memberi tenggat waktu 15 hari kepada masyarakat agar segera menyusun perjanjian kemitraan dan mengurus legalitas lahan melalui kelompok tani.
“Saya tunggu dalam 15 hari ini! Kita butuh satu juta pekerja. Ini kesempatan besar. Lima tahun itu sebentar!” seru Hidayat dengan penuh semangat.
Kelapa dalam unggulan yang akan ditanam berasal dari proses seleksi bibit terbaik. Dengan pola tanam 180 batang per hektare, potensi pendapatan bisa mencapai Rp36 juta per hektare. Skema pembagian hasil juga dinilai adil, yakni 20 persen untuk pemilik lahan, selebihnya untuk operasional dan investasi.
Tak hanya itu, jika program ini berjalan sukses, investor disebut siap membangun pabrik pengolahan kelapa di Babel, dengan nilai investasi mencapai hampir Rp1 triliun.





