BabelhebatNasional-Internasional

Reses Yus Rizal di Sungailiat Warga Keluhkan Banjir dan Sampah

SUASANA reses Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi PKS Yus Rizal di Kantor Kelurahan Sungailiat menjadi ruang bagi warga menyuarakan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari banjir tahunan, kesejahteraan perangkat kelurahan, BPJS, hingga lampu jalan dan pengelolaan sampah, Sabtu (23/8/2025) pagi.

Keluhan utama datang dari warga Nelayan 2 yang menyoroti banjir tahunan di wilayahnya. Mereka mempertanyakan mengapa hingga kini belum ada solusi komprehensif berupa pembangunan talut atau bandar besar.

Menanggapi hal ini, Yus Rizal menjelaskan bahwa kewenangan pembangunan infrastruktur besar masih berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemprov.

“Usulan masyarakat sebenarnya sudah pernah dibahas, hanya saja perlu kejelasan detail teknis seperti panjang, lebar, dan ukuran talut agar bisa diajukan resmi. Sayangnya, selama ini masih terjadi saling lempar tanggung jawab,” kata Yus Rizal.

Baca Juga: Bank Sampah Tanjung Mentok Kuat Berkat Dukungan PT Timah

Selain banjir, warga juga mengeluhkan aspirasi yang kerap disampaikan namun jarang terealisasi. Beberapa bahkan menyebut usulan selama ini hanya kaleng. Mereka juga berharap kampung yang minim dukungan suara politik tidak dianaktirikan.

Yus Rizal menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Lurah Sungailiat untuk menentukan skala prioritas.

“Nantinya hasil tersebut akan kami sampaikan ke Pemkab Bangka yang berkedudukan di Bukit Betung,” ujarnya.

Baca Juga: Sampah Jadi Kompos di Tangan Warga Parit Pekir Bangka

Lurah Sungailiat yang hadir dalam reses ini menegaskan persoalan masyarakat sudah diinventarisasi dan disusun berdasarkan prioritas.

“Memang ada sejumlah hal yang hingga kini belum terealisasi. Namun setiap persoalan sudah kami catat dan disusun sesuai prioritas. Sebagai informasi, ada empat lingkungan yang berhasil meraih juara umum, yaitu Nelayan 1, Nelayan 2, Parit Pekir, dan Cokroaminoto. Progres pembangunan di Cokro dan Parit Pekir masih berjalan, sementara wilayah lain kami intervensi lewat kolaborasi, termasuk dengan Sucofindo untuk program bank sampah,” jelasnya.

Isu lain yang juga mencuat adalah soal kesejahteraan Kaling dan RT. Warga menilai honor mereka sangat tidak sebanding dengan tanggung jawab hampir 24 jam sehari. Yus Rizal menyatakan aspirasi itu akan diperjuangkan.

1 2Laman berikutnya

Azril Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan