
Wakil Wali Kota Pangkalpinang Serukan Empati dan Semangat Berbagi di Ramadan
RAMADAN menjadi ruang perenungan sekaligus penguatan nilai kemanusiaan. Momentum bulan suci tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai waktu yang tepat untuk menumbuhkan empati sosial dan mempererat kepedulian antarwarga.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Tadzkirah yang digelar menjelang berbuka puasa di Masjid Agung Kubah Timah, Selasa (24/2/2026).
Sebelum menyampaikan tausiah, Dessy meninjau sejumlah stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam kegiatan bertajuk ‘Ramadan Urban Fest’ di halaman masjid. Dalam kesempatan tersebut, Dessy berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha serta melihat berbagai produk yang dipasarkan selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan tadzkirah tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dalam tausiahnya, Dessy mengajak kaum perempuan untuk memperkuat empati sosial dan meningkatkan semangat berbagi, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Maknanya perempuan itu harus punya empati sosial dan semangat berbagi, apalagi di bulan Ramadan. Tapi tidak hanya di bulan Ramadan saja, setelah itu juga harus terus ditingkatkan. Berbagi itu bukan hanya secara fisik, tapi juga berbagi ilmu, perhatian, dan kepedulian,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai perannya sebagai istri, ibu, sekaligus pemimpin perempuan di Kota Pangkalpinang, Dessy mengaku menjalaninya secara santai dan mengalir.
“Mengalir saja. Sebagai istri dan ibu itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Sekarang baru empat bulan menjadi Wakil Wali Kota, tentu banyak PR dan tugas yang harus diselesaikan,” katanya.
Menurut Dessy, naluri dan kepekaan perempuan menjadi modal penting dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin, terutama ketika turun langsung ke lapangan dan menyerap aspirasi masyarakat.
“Perempuan itu lebih punya feeling, lebih peka. Itu sangat membantu saat turun ke lapangan, bertemu masyarakat, dan memahami persoalan yang ada. Jadi bagi saya tidak terlalu sulit,” ungkapnya.
Terkait manajemen emosi dalam menjalankan tugas pemerintahan, Dessy menegaskan pentingnya menikmati proses serta menyadari jabatan sebagai sebuah amanah.
“Memang ada beban, tapi ini amanah dari Allah dan dari masyarakat yang sudah memilih. Jadi harus dijalankan dengan enjoy dan penuh keyakinan. Kalau terlalu tegang, output-nya juga tidak akan bagus,” jelasnya.
Dessy mengajak masyarakat Pangkalpinang menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menjaga kedamaian.
“Selamat menjalani ibadah puasa untuk masyarakat Pangkalpinang. Tingkatkan ibadah, bukan hanya sholat dan zakat, tapi juga menjaga kebersihan hati dan pikiran. Jangan mudah terpancing emosi. Mari kita jalani Ramadan ini dengan damai,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap nilai empati, kepedulian, dan semangat berbagi tidak berhenti sebagai seruan seremonial, melainkan tumbuh menjadi budaya sosial yang terus hidup dalam keseharian masyarakat. Ramadan pun diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat harmoni dan ketenteraman di Kota Pangkalpinang.





