RamadanBabelhebat

Sunnah di Bulan Ramadan, Bagian I

SAAT ini, kita berada di dalam bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan. Bulan di mana amalan-amalan sunnah pahalanya dinaikkan levelnya seperti pahala amalan wajib. Karena itu, sudah sepantasnya bagi kita untuk memperbanyak amalan sunnah di bulan suci ini.

Berikut ada 40 sunnah di bulan Ramadan yang penulis nukil dari kitab “Ithaful Ikhwan” tulisan Syaikh Muhammad Yasin Al Fadani. Mari kita simak bersama, semoga ada manfaatnya.

1. Makan Sahur
Disunahkan bagi yang akan berpuasa untuk makan sahur. Telah banyak hadis yang menganjurkan untuk melakukan sahur dan menjelaskan bahwa di dalam makanan sahur terdapat keberkahan. Rasulullah SAW bersabda : Bersahurlah karena di dalam sahur terdapat keberkahan. (HR Bukhari-Muslim).

Dalam hal makan sahur ini, dianjurkan untuk makanlah sahur walaupun sedikit. Rasulullah SAW bersabda : Makan sahur itu memakannya adalah berkah. Maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya dengan meminum seteguk air. Karena Allah SWT dan para malaikat-Nya bersholawat bagi orang-orang yang sahur. (HR Ahmad).

2. Disunahkan untuk menjadikan kurma sebagai salah satu menu sahur.
Nabi Muhammad SAW bersabda : Sebaik-baiknya makanan sahur orang beriman adalah kurma. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban dan Shahihnya).

3. Mengakhirkan sahur
Disunahkan mengakhirkan makan sahur sampai mendekati waktu subuh asalkan jangan terlalu akhir sehingga kita ragu apakah waktu sahur masih tersisa atau tidak. Rasulullah SAW bersabda : Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. (HR Ahmad).

Adapun mengakhirkan sahur sampai ragu apakah waktu sahur masih ada, itu tidak dianjurkan. Waktu sahur di mulai sejak tengah malam yaitu pertengahan antara waktu isya dan waktu subuh sampai sebelum fajar.

4. Menentukan waktu imsak (jarak antara selesai sahur dan azan subuh)
Disunahkan untuk membuat jarak waktu pemisah antara waktu sahur dan azan subuh (waktu imsak). Jangan sampai ia masih makan sahur ketika azan subuh berkumandang.

Sahabat Anas RA menceritakan bahwa sahabat Zaid Bin Tasbit RA menceritakan bahwa beliau bersahur bersama Nabi Muhammad SAW, setelah itu kami salat dengan jarak antara azan dan sahurnya seukuran 50 ayat.

Sebagian ulama mengirakan bahwa ukuran 50 ayat adalah 15-20 menit. Maka hendaknya berhenti makan sahur sekitar sepuluh hingga lima belas menit sebelum azan subuh. Pemisahan ini adalah bentuk kehati-hatian dalam beribadah.

5. Berkumpul untuk sahur
Disunahkan untuk makan sahur bersama-sama. Ini berdasarkan hadis Zaid Bin Tsabit di atas : Kami sahur bersama dengan Rasulullah SAW kemudian kami salat. (HR Bukhari-Muslim).

6. Membersihkan sela-sela gigi   Sangat ditekankan agar ia membersihkan sela-sela gigi setelah makan sahur. Dikatakan bahwa kesunahan menyela-nyelai gigi lebih ditekankan bagi orang berpuasa dibandingkan bersiwak. Nabi Muhammad SAW bersabda : Sela-selailah gigi karena itu adalah kebersihan dan kebersihan mengajak kepada iman dan iman bersama orang yang beriman ada di dalam surga. (HR Thabrani).

7. Menyegerakan berbuka
Sunnah menyegerakan berbuka ketika telah yakin masuk waktu magrib. Nabi Muhammad SAW bersabda : Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (HR Bukhari-Muslim).

Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi : Sesungguhnya hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling segera berbuka. (HR Ahmad dan Turmudzi).

Jika ia masih ragu masuknya waktu magrib, maka tidak sunnah menyegerakan berbuka, bahan haram hukumnya ia berbuka dalam keadaan ragu tersebut.

8. Berbuka dengan Ruthob (kurma basah)
Disunahkan berbuka dengan ruthob, jika tidak ada maka dengan kurma kering (kurma yang biasa ada di pasaran), jika tidak ada maka dengan air. Sahabat Anas Ra mengatakan : Rasulullah SAW berbuka sebelum melaksanakan salat dengan beberapa butir ruthob (kurma basah), jika tidak ada maka beberapa butir tamr (kurma kering) dan jika tidak ada maka dengan beberapa hirup air. (HR Abu Dawud dan Turmudzi).

Nabi Muhammad SAW juga bersabda : Jika salah satu dari kalian berbuka, berbukalah dengan kurma karena itu adalah berkah. Jika tidak mendapatkan kurma berbukalah dengan air sebab itu adalah suci dan mensucikan. (HR Abu Dawud dan Turmudzi).

9. Memperhatikan makanan berbukanya agar benar-benar berasal dari yang halal.
Sebagian orang saleh mengatakan : “Jika kamu puasa maka perhatikan makanan berbukamu, karena makanan haram adalah racun yang membinasakan agama”.

Dalam hal ini Rasululah SAW bersabda : Siapa yang menyediakan makanan berbuka bagi yang berpuasa dengan makanan dan minumam yang halal maka malaikat akan bersholawat kepadanya di setiap saat pada bulan Ramadan, dan Malaikat Jibril akan bersholawat kepadanya pada malam Lailatul Qadar (HR Thabrani).

10. Disunahkan berdoa ketika berbuka

Karena doa ketika berbuka adalah doa yang diijabah. Rasulullah SAW bersabda : Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Imam yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka dan doa orang yang dizalimi. (HR Ahmad dan Turmudzi).

Dengan doa apa saja maka ia mendapatan kesunahan, tapi yang utama hendaklah ia berdoa dengan doa yang datang dari Nabi Muhammad SAW. Di antaranya :

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Telah hilang dahaga telah basah urat-urat dan telah ditetapkan pahalanya, Insyaallah Ta’ala. (HR Abu Dawud dan Nasai).

Dan doa lainnya :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka (HR Abu Dawud).

1 2Laman berikutnya

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan