
Mengabdi Tanpa Henti, Menebar Manfaat Sepenuh Hati
Oleh: Farruq Averous Azuri Pengajar di SMP Qur’an Cahaya Toboali
SEMANGAT pengabdian dan kepedulian sosial kembali tumbuh melalui kegiatan yang dilaksanakan selama sembilan hari, pada 20 hingga 28 Februari 2026, di Desa Bukit Terap, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.
Semangat kepedulian dan nilai keikhlasan kembali ditunjukkan oleh para santri dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung tema “Mengabdi Tanpa Henti, Menebar Manfaat Sepenuh Hati.” Kegiatan ini dilaksanakan selama sembilan hari di Desa Bukit Terap dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.
Program pengabdian ini melibatkan sebelas santri yang terjun langsung ke tengah masyarakat. Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari mengajar anak-anak mengaji dan tilawah, membantu kerja bakti membersihkan lingkungan masjid, berbuka bersama masyarakat, hingga menjadi bilal dan imam salat berjemaah.
Pendamping pelaksana kegiatan, Farruq Averous Azuri, menyampaikan bahwa tujuan utama pengabdian ini adalah untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para santri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Para santri tidak hanya belajar ilmu agama di pondok, tetapi juga mampu mengamalkan dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Kegiatan ini menjadi momen yang penuh haru karena mempererat tali silaturahmi antara santri dan masyarakat.
Kepala Desa Bukit Terap, Askandi, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap program seperti ini dapat terus berlanjut. Kehadiran para santri membawa semangat baru bagi masyarakat. Anak-anak menjadi lebih semangat belajar dan masyarakat semakin kompak dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Mengabdi Tanpa Henti, Menebar Manfaat Sepenuh Hati” menjadi pengingat bahwa pengabdian merupakan bagian dari nilai kehidupan yang luhur.
Pengabdian ini juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 2 yang menyatakan bahwa umat manusia diperintahkan untuk tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa serta tidak tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.
Selain itu, terdapat hadis yang menyatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Para santri membuktikan bahwa pengabdian bukan sekadar program, melainkan wujud nyata dari nilai keimanan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Semangat membantu sesama diharapkan terus tumbuh sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain itu, para santri juga melaksanakan program mengajar di Sekolah Dasar setempat. Mereka membantu guru dalam proses pembelajaran, memberikan motivasi belajar, serta mengajarkan dasar-dasar baca tulis Al-Qur’an dan akhlak mulia.
Kehadiran para santri memberikan suasana baru yang menyenangkan bagi siswa sehingga semakin semangat dalam belajar. Sebagai bagian dari kegiatan edukatif, para santri juga melakukan sosialisasi dan promosi pondok pesantren kepada siswa dan wali murid.
Dalam kegiatan tersebut, santri memperkenalkan program pendidikan pondok, kegiatan harian, serta keunggulan pembinaan karakter dan keagamaan.
Diharapkan informasi ini dapat menjadi inspirasi bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan agama yang kuat bagi anak-anak.





