Ramadan
Trending

Menemukan Keteguhan di Tengah Perubahan

Oleh: Syifa Nurfauziah, S.Ag Pengajar di Ponpes Qur’an Cahaya Toboali

PERUBAHAN merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan kehidupan manusia. Waktu terus bergerak, keadaan terus berganti, dan manusia dituntut mampu menjaga arah hidup di tengah berbagai dinamika zaman. Dalam keadaan seperti ini, keteguhan menjadi pegangan penting agar seseorang tidak kehilangan prinsip dan tujuan hidup.

Dunia yang ditempati saat ini merupakan panggung perubahan yang tidak pernah berhenti. Apa yang dianggap sebagai kebenaran pada masa lalu dapat menjadi usang pada masa berikutnya. Teknologi berkembang, nilai sosial mengalami pergeseran, dan ketidakpastian ekonomi sering membuat manusia merasa seperti perahu kecil yang terombang-ambing di tengah lautan. Dalam keadaan tersebut, banyak individu kehilangan arah, merasa cemas, bahkan mengalami krisis jati diri.

Di tengah hiruk pikuk perubahan tersebut terdapat hal yang sangat penting, yaitu keteguhan atau istiqamah. Keteguhan bukan sikap kaku yang menolak kemajuan. Keteguhan merupakan kemampuan memiliki pegangan yang kuat sehingga seseorang tidak hanyut oleh arus zaman yang dapat merusak nilai kehidupan.

Akar Keteguhan Iman dan Tauhid

Bagi seorang Muslim, keteguhan hati berakar pada keyakinan bahwa meskipun dunia berubah, Tuhan tidak pernah berubah. Ketetapan Allah merupakan satu-satunya ketentuan yang tetap di alam semesta. Keteguhan tersebut sering dikenal dengan istilah istiqamah.

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati serta bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.” QS Fussilat 30.

Ayat tersebut menegaskan bahwa keteguhan melahirkan ketenangan batin. Ketakutan terhadap masa depan dan kesedihan terhadap masa lalu dapat diredam ketika seseorang memiliki prinsip yang melampaui perubahan duniawi.

Strategi Menghadapi Perubahan

Untuk menemukan keteguhan pada era disrupsi seperti saat ini, beberapa langkah dapat dilakukan agar kehidupan tetap selaras dengan nilai spiritual.

Pertama menjaga niat. Perubahan sering mengaburkan tujuan hidup manusia. Ketika niat selalu diarahkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, kekecewaan tidak mudah muncul meskipun hasil duniawi tidak sesuai harapan.

Kedua menjadikan ilmu sebagai pelita kehidupan. Perubahan menuntut kemampuan beradaptasi dan kemampuan tersebut memerlukan ilmu. Tanpa ilmu seseorang mudah bereaksi secara emosional. Dengan ilmu seseorang mampu bersikap lebih rasional.

Ketiga membangun lingkungan yang saling menguatkan. Keteguhan sulit dijaga seorang diri. Kehadiran sahabat atau komunitas yang memiliki nilai yang sama dapat membantu seseorang tetap berada pada jalan yang benar.

1 2Laman berikutnya