
Like or Love Ramadan
KALAU menyukai itu, kita hanya sebatas memuji. Tapi kalau kita mencintai, kita berani berjanji untuk menjalankan semua apa yang diperintahkan dan menjauhi semua apa yang dilarang.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah: 183).
Surat ini menjelaskan bahwa di antara berkah puasa adalah agar seorang hamba dapat mencapai derajat taqwa dan puasa adalah tujuan meraih derajat yang mulia ini. Hal ini disebabkan dalam puasa, orang akan mengerjakan perintah Allah dan berusaha menjauhi setiap larangan-Nya. Inilah pengertian taqwa.
Bentuk taqwa di dalam puasa bisa kita lihat dalam kegiatan berikut :
Satu, setiap orang yang sedang berpuasa akan meninggalkan setiap yang Allah larang ketika itu. Contohnya, dia meninggalkan minum, makan, berjima dengan pasangan dan sebagainya yang sebenarnya hati sangat ingin melakukannya. Ini semua dilakukan untuk mendekatkan diri pada Allah serta meraih pahala dari-Nya. Inilah wujud taqwa.
Dua, setiap orang yang sedang berpuasa sesungguhnya mampu untuk melakukan kebahagian duniawi yang ada. Namun dia paham bahwa Allah maha melihat dan selalu mengawasi diri-Nya. Ini juga salah satu wujud taqwa yaitu merasa selalu diawasi oleh Allah.
Tiga, ketika shaum, seseorang akan semangat dalam menjalankan amalan-amalan ketaatan. Dan taat adalah jalan untuk mencapai taqwa. Sepuluh hari di akhir Ramadan adalah kesempatan emas untuk umat Islam berburu pahala. Sebab di antara malam-malam sepuluh terakhir di bulan Ramadan terdapat satu malam yang spesial. Malam tersebut dikenal dengan nama malam Lailatul Qadar.
Selayaknya bagi setiap mukmin untuk terus semangat dalam beribadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan lebih dari lainnya. Di sepuluh hari terakhir tersebut terdapat Lailatul Qadar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.(HR. Bukhari no. 1901).





